Media Pendidikan – 16 April 2026 | Seorang anak berusia enam tahun bernama Fikri kini menatap masa depan dengan senyum lebar, jauh dari kehidupan keras di pinggir jalan. Di sebuah kelas sederhana di Desa Sukaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Fikri tampak asyik mewarnai gambar, menandakan perubahan signifikan setelah bergabung dengan program Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat, yang berfokus pada pemberian akses pendidikan gratis bagi anak-anak yang terpinggirkan, berhasil mengubah rutinitas harian Fikri. Sebelumnya, Fikri menghabiskan waktunya berkeliling jalanan demi mencari bahan makanan atau membantu keluarga. Kini, ia dapat menikmati kegiatan belajar mengajar, bermain bersama teman sebaya, dan merancang cita‑cita masa depan.
“Senyum lebar terpancar dari wajah Fikri” menjadi saksi visual perubahan yang terjadi. Pada saat yang sama, tangan kecilnya yang memegang krayon menunjukkan semangat baru dalam mengekspresikan diri. Guru kelas menyampaikan bahwa keterlibatan Fikri dalam aktivitas belajar tidak hanya meningkatkan kemampuan akademiknya, tetapi juga menguatkan rasa percaya diri.
Fikri kini dapat menghabiskan hari-harinya dengan mengikuti pelajaran dasar membaca, menulis, serta matematika, sambil tetap memiliki waktu untuk bermain di halaman sekolah. Kegiatan bermain tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana pengembangan sosial dan motorik yang penting bagi pertumbuhan anak.
Pengurus Sekolah Rakyat menegaskan pentingnya peran masyarakat sekitar dalam mendukung program ini. Mereka mengajak warga desa untuk berpartisipasi sebagai relawan, donor, atau bahkan mentor informal. Dengan dukungan kolektif, diharapkan lebih banyak anak seperti Fikri dapat terhindar dari risiko terjerumus kembali ke dunia jalanan.
Keberhasilan Fikri menjadi contoh konkret bahwa intervensi pendidikan dapat menjadi titik balik dalam kehidupan anak‑anak yang terpinggirkan. Meskipun tantangan ekonomi dan sosial masih tetap ada, adanya harapan baru bagi generasi muda di Sumedang menunjukkan bahwa upaya bersama antara pemerintah, LSM, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan nyata.
Ke depan, Sekolah Rakyat berencana memperluas jangkauannya ke desa‑desa tetangga, menambah jumlah kelas, serta meningkatkan kualitas pengajaran dengan pelatihan guru. Dengan langkah‑langkah tersebut, harapan bagi anak‑anak seperti Fikri menjadi lebih solid, mengukir masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.


Komentar