Media Pendidikan – 12 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa waktu terakhir. Pada 5 Mei 2026, rupiah sempat menyentuh level terendah historis di sekitar Rp17.445 per dolar AS.
"Rupiah yang melemah adalah pengingat bahwa ekonomi Indonesia hidup di tengah dunia yang saling terhubung," kata Perry Warjiyo.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk situasi geopolitik global, harga minyak yang tinggi, suku bunga Amerika Serikat yang masih tinggi, dan faktor musiman dan domestik.
Dampak pelemahan rupiah paling cepat terasa pada barang-barang impor, seperti produk elektronik, obat-obatan, bahan baku industri, dan komponen mesin.
Perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS akan menghadapi beban pembayaran yang lebih berat ketika rupiah melemah. Importir juga harus menyediakan rupiah lebih banyak untuk membeli dolar.
Pemerintah juga tidak sepenuhnya bebas dari tekanan. Jika harga minyak tinggi dan rupiah melemah, beban subsidi energi dapat meningkat.


Komentar