Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta – Presenter sekaligus pengusaha Ruben Onsu baru-baru ini menjadi korban penipuan bisnis yang menjeratnya dalam kerugian signifikan. Pada kesempatan wawancara, ia mengungkap identitas pelaku yang sebelumnya berhasil menyamarkan diri.
“Saya tidak menyangka menjadi korban penipuan bisnis,” ujar Ruben Onsu dengan nada serius. “Awalnya saya mempercayai mereka karena tampak profesional dan menyediakan dokumen lengkap.”
Setelah menandatangani beberapa perjanjian, Ruben menyadari adanya ketidaksesuaian antara janji yang diberikan dan realitas yang terjadi. Transfer dana yang dilakukan melalui rekening pribadi berujung pada hilangnya sejumlah uang yang belum dapat dipulihkan.
Dalam proses penyelidikan, Ruben bekerja sama dengan aparat kepolisian di Jakarta. Ia menyerahkan semua bukti transaksi, rekaman percakapan, serta dokumen yang diterima dari pihak penipu. Polisi kemudian mengidentifikasi satu nama yang menjadi fokus utama penyelidikan.
Identitas pelaku yang diungkapkan Ruben adalah seorang pengusaha muda dengan latar belakang pendidikan ekonomi, yang sebelumnya pernah terlibat dalam beberapa skema investasi yang meragukan. Nama lengkapnya belum dipublikasikan secara resmi karena masih dalam proses penyidikan.
Kasus ini menambah deretan contoh penipuan bisnis yang marak terjadi di Indonesia, khususnya di sektor investasi. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada tahun 2023 tercatat lebih dari 1.200 kasus penipuan daring yang merugikan pelaku usaha dan masyarakat umum.
Ruben menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam. Ia berencana menempuh jalur hukum sekaligus meningkatkan edukasi bagi sesama pebisnis agar lebih waspada terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan. “Kita harus saling mengingatkan dan berbagi informasi, supaya tidak ada lagi yang terjebak,” tambahnya.
Pihak berwenang menanggapi bahwa penyelidikan masih berjalan dan akan terus mengejar semua pihak yang terlibat. Mereka menekankan pentingnya verifikasi data dan keabsahan perusahaan sebelum melakukan investasi atau transaksi keuangan besar.
Kasus ini menjadi peringatan bagi publik dan pelaku usaha untuk selalu melakukan due diligence secara menyeluruh. Mengingat semakin canggihnya teknik penipuan, kewaspadaan menjadi faktor utama dalam melindungi aset dan reputasi bisnis.


Komentar