Media Pendidikan – 20 April 2026 | RS Hermina Bekasi, bagian dari jaringan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), baru-baru ini menggelar upacara peresmian fasilitas Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler yang dikembangkan dengan dukungan Citra Mandiri Ciptakarya. Inaugurasi ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat infrastruktur kesehatan berteknologi tinggi di wilayah Jawa Barat.
Pembangunan Berbasis Kemitraan
Proyek pembangunan fasilitas tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Citra Mandiri Ciptakarya, sebuah perusahaan konstruksi yang dikenal aktif dalam sektor kesehatan. Menurut pernyataan direktur RS Hermina Bekasi, “Kemitraan ini memungkinkan kami menyediakan layanan diagnostik dan terapi nuklir yang akurat, memperluas jangkauan perawatan bagi pasien di sekitar wilayah metropolitan.” Fasilitas baru dilengkapi dengan peralatan canggih untuk pencitraan nuklir, terapi radiasi terarah, serta laboratorium teranostik yang mampu mendeteksi biomarker kanker secara molekuler.
Detail Teknis dan Kapasitas
Ruang Kedokteran Nuklir mencakup satu unit PET-CT, tiga kamera gamma, serta ruang perawatan khusus untuk terapi radioisotop. Laboratorium teranostik dilengkapi dengan platform PCR real‑time dan sequencer generasi berikutnya, memungkinkan analisis genetik yang cepat dan tepat. Dengan kapasitas melayani hingga 200 pasien per minggu, fasilitas ini diharapkan mengurangi beban rujukan ke pusat-pusat besar di Jakarta.
Manfaat Bagi Masyarakat
Keberadaan fasilitas modern ini memberikan akses langsung kepada masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk pemeriksaan dini penyakit kritis seperti kanker, gangguan tiroid, dan penyakit kardiovaskular. Selain meningkatkan tingkat keberhasilan terapi, layanan teranostik molekuler memberikan informasi prognostik yang penting bagi penentuan strategi pengobatan yang dipersonalisasi.
Dengan standar internasional yang diterapkan, RS Hermina Bekasi berkomitmen menjaga kualitas layanan melalui pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis serta audit rutin oleh lembaga akreditasi. Pengoperasian fasilitas diharapkan menjadi model bagi rumah sakit lain di Indonesia dalam mengadopsi teknologi kedokteran nuklir.


Komentar