Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027 harus disusun lebih konkret dan realistis. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rahmad Pambudy, perencanaan pembangunan harus optimis, realistis, dan disertai langkah terukur bagi masyarakat.
“Tujuan pembangunan ialah menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan dirasakan masyarakat luas,” kata Menteri PPN Rahmad Pambudy dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional di Gedung Bappenas pada Kamis, 7 Mei 2026.
Rahmad menjelaskan bahwa RKP 2027 dirancang dalam dua buku utama pembangunan nasional dan daerah. Buku pertama memuat program kerja nasional, dan buku kedua memuat arah pembangunan nasional dan daerah.
Pemerintah menetapkan delapan kluster prioritas pembangunan nasional hingga tahun 2029 mendatang. Program itu meliputi pangan, energi, air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, dan ekonomi desa.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada perencanaan tetapi harus menghasilkan dampaknya bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi delapan persen dalam RPJMN 2025 hingga 2029, dan target itu diiringi dengan pengurangan kemiskinan serta penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai kondisi ekonomi makro Indonesia cukup baik. Menurutnya, pondasi ekonomi nasional saat ini kuat dan terus menunjukkan positif.
Dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional ini juga dihadiri oleh Kepala BPS dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung serta perwakilan Bappeda daerah seluruh Indonesia.


Komentar