Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Ribuan penumpang KRL Green Line yang melayani rute Tanah Abang‑Rangkasbitung terpaksa menunggu selama tiga jam pada Senin (5/5/2026) karena gangguan teknis yang memaksa layanan berhenti di stasiun Parungpanjang. Kereta yang biasanya menghubungkan Jakarta dengan wilayah Banten ini kembali beroperasi normal pada pagi hari yang sama, namun kejadian tersebut menimbulkan beragam keluhan dari pengguna.
Kronologi Gangguan
Pukul 06.30 WIB kereta berangkat dari Stasiun Tanah Abang tiba di Parungpanjang tepat waktu. Sekitar pukul 07.15, petugas melaporkan adanya kegagalan sistem kelistrikan pada rangkaian lokomotif, sehingga seluruh kereta pada jalur Green Line dihentikan. Penumpang yang sudah berada di dalam gerbong dipindahkan ke peron sementara, namun tidak ada pengumuman resmi yang jelas mengenai estimasi perbaikan.
Selama tiga jam, kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan. Pada pukul 10.20, tim teknis berhasil menyalakan kembali daya listrik dan melakukan uji coba singkat. Akhirnya pada pukul 10.45 layanan kembali normal dan melanjutkan rute ke Rangkasbitung.
Ragam Keluhan Penumpang
Keluhan beragam muncul, mulai dari kekecewaan karena tidak ada informasi real‑time, kelelahan karena menunggu lama, hingga kerugian materi bagi para pekerja yang harus tiba di tempat kerja tepat waktu. Beberapa penumpang mencatat bahwa toilet di peron tidak berfungsi, sehingga menambah rasa tidak nyaman.
Pengguna layanan transportasi publik ini juga menyoroti kurangnya koordinasi antara operator kereta dan pihak keamanan stasiun, yang membuat antrean penumpang menumpuk di area peron.
“Saya menunggu lebih dari tiga jam, tidak ada informasi jelas, dan akhirnya harus mencari alternatif lain untuk sampai ke kantor,” ujar seorang penumpang yang memilih tetap anonim karena masih berada di area stasiun.
Data Pendukung
- Durasi gangguan: 3 jam 15 menit (06.30‑10.45)
- Jumlah penumpang terdampak: diperkirakan lebih dari 2.000 orang
- Rute yang terdampak: Tanah Abang‑Rangkasbitung (Green Line)
- Stasiun terhenti: Parungpanjang
Setelah perbaikan, operator kereta api mengumumkan bahwa semua kereta akan kembali beroperasi normal dan meminta maaf kepada penumpang. Mereka juga berjanji akan meningkatkan sistem monitoring dan komunikasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Ke depan, otoritas transportasi publik diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur listrik kereta, memperkuat prosedur evakuasi penumpang, serta menambah sarana informasi real‑time melalui papan digital di stasiun. Dengan langkah tersebut diharapkan kepercayaan publik terhadap KRL Green Line dapat pulih kembali.


Komentar