Nasional
Beranda » Berita » Clara Shinta ke Psikiater, Ajukan Aduan ke Komnas Perempuan; Mantan ART Erin Diperiksa Polisi

Clara Shinta ke Psikiater, Ajukan Aduan ke Komnas Perempuan; Mantan ART Erin Diperiksa Polisi

Clara Shinta ke Psikiater, Ajukan Aduan ke Komnas Perempuan; Mantan ART Erin Diperiksa Polisi
Clara Shinta ke Psikiater, Ajukan Aduan ke Komnas Perempuan; Mantan ART Erin Diperiksa Polisi

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Pada Senin, 4 Mei 2026, dua peristiwa mencuri perhatian publik Indonesia. Seorang selebriti, Clara Shinta, mengunjungi psikiater dan mengajukan aduan ke Komnas Perempuan setelah suaminya tertangkap melakukan video call sex (VCS). Sementara itu, mantan asisten rumah tangga (ART) Andre Taulany, Herawati, yang dikenal sebagai Erin, dipanggil ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan.

Clara Shinta: Dari Skandal VCS ke Perawatan Psikologis

Setelah video panggilan seksual suaminya, Muhammad Alexander Assad, tersebar luas, Clara Shinta mengambil langkah serius dengan menemui seorang psikiater di Jakarta Pusat. Ia menjalani pengobatan rutin dan mengonsumsi obat penenang untuk menenangkan diri. “Saya ingin tenang dan fokus pada proses perceraian,” ungkap Clara dalam pernyataan singkat kepada media.

Baca juga:

Pengobatan tersebut, menurut laporan, memberikan dampak positif; Clara menyebut kondisi mentalnya jauh lebih stabil dibandingkan sebelum terapi. Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa suaminya tidak pernah memberikan nafkah sejak pernikahan, sehingga beban ekonomi rumah tangga sepenuhnya ditanggungnya.

Tak lama kemudian, Clara bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, mengunjungi Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta. Tujuannya adalah mengajukan aduan resmi terkait skandal VCS serta somasi fantastis senilai Rp 10,7 miliar yang diajukan oleh Indah, wanita yang diduga menjadi selingkuhan suami Clara. Clara menegaskan bahwa ia tidak berniat menuntut harta gana‑gini, melainkan fokus pada hak‑haknya sebagai istri sah.

Mantan ART Erin: Pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan

Herawati, yang lebih dikenal sebagai Erin Taulany, muncul di Polres Metro Jakarta Selatan pada hari yang sama. Ia datang bersama kuasa hukum dan memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada wartawan, menjanjikan akan berbicara setelah bertemu penyidik.

Baca juga:

Kasus ini berawal dari laporan penganiayaan fisik yang diajukan Herawati ke Polres Jakarta Selatan. Sebagai balasannya, Erin mengajukan laporan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Herawati. Kedua laporan kini sedang ditangani secara simultan oleh aparat kepolisian, menambah ketegangan di antara kedua belah pihak.

Polres Metro Jakarta Selatan mencatat bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya verifikasi fakta sebelum melanjutkan proses penyidikan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil sementara pemeriksaan.

Secara keseluruhan, kedua peristiwa tersebut menggambarkan dinamika publik yang sangat sensitif terhadap isu pribadi tokoh publik, baik di ranah hiburan maupun kehidupan rumah tangga. Kedua kasus menyoroti pentingnya dukungan hukum dan kesehatan mental dalam menghadapi tekanan media.

Baca juga:

Ke depan, perkembangan selanjutnya akan sangat ditunggu. Clara Shinta diperkirakan akan melanjutkan proses perceraian dan menuntut keadilan melalui jalur hukum, sementara penyelidikan terhadap Erin Taulany masih dalam tahap awal dan dapat berujung pada penetapan status hukum masing‑masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *