Media Pendidikan – 26 April 2026 | Jakarta Selatan – Pada akhir pekan terakhir, Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi magnet utama bagi warga kota dan sekitarnya. Lebih dari tiga puluh dua ribu pengunjung meluapkan diri ke kawasan Pasar Minggu, menjadikan taman ini destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama di luar rumah.
Data resmi yang dihimpun oleh pihak pengelola menunjukkan bahwa jumlah pengunjung pada Sabtu dan Minggu mencapai 32.145 orang. Angka tersebut melampaui perkiraan awal, menandakan tingginya minat publik terhadap ruang terbuka hijau di tengah padatnya aktivitas perkotaan. Kebanyakan pengunjung datang pada si pagi hingga si siang, memanfaatkan suhu yang relatif sejuk untuk menjelajahi koleksi satwa dan area hijau.
Ragunan menawarkan beragam fasilitas, mulai dari jalur pejalan kaki yang rimbun, area bermain anak, hingga arena edukasi tentang konservasi. Keluarga-keluarga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan anak-anak pada keanekaragaman hayati, sambil menikmati suasana santai yang jarang ditemukan di pusat kota. Beberapa pengunjung juga memanfaatkan spot foto di depan patung gajah yang ikonik, menjadikannya latar belakang media sosial mereka.
“Kami sangat senang melihat antusiasme masyarakat dalam mengunjungi Ragunan setiap akhir pekan,” kata Kepala Taman Margasatwa Ragunan, Budi Santoso, dalam wawancara singkat. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung mendorong pihaknya untuk menambah petugas kebersihan dan keamanan, guna memastikan kenyamanan serta keamanan semua pengunjung.
Data Pengunjung
- Pengunjung dewasa (18-45 tahun): 18.200 orang
- Pengunjung anak-anak (0-17 tahun): 11.300 orang
- Pengunjung senior (45+ tahun): 2.645 orang
Mayoritas pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi, namun ada pula peningkatan signifikan pengguna transportasi umum, terutama TransJakarta yang berhenti di halte terdekat. Hal ini berdampak positif pada penurunan kemacetan di sekitar area masuk utama taman.
Keberadaan ribuan pengunjung tidak hanya memberikan semangat baru bagi pengelola taman, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi usaha mikro di sekitar Ragunan. Pedagang makanan, penjual suvenir, serta penyedia layanan transportasi melaporkan peningkatan penjualan hingga 35 persen dibandingkan akhir pekan biasa.
Dengan antusiasme yang terus menguat, pihak pengelola berencana memperluas program edukasi dan menambah area interaktif pada tahun depan. Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan popularitas Ragunan sebagai oasis hijau yang tetap ramah keluarga, sekaligus mendukung upaya pelestarian satwa dan lingkungan hidup di ibu kota.


Komentar