Media Pendidikan – 06 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin upacara peresmian revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara pada Senin, 6 April 2026. Acara yang disaksikan oleh pejabat daerah, pedagang, dan masyarakat setempat menandai langkah konkrit pemerintah provinsi dalam rangka merapikan dan memperkuat jaringan pasar tradisional ibu kota.
Pasar Gardu Asem, yang terletak di kawasan Kemayoran, seluas 1.735 meter persegi, akan mengalami perombakan total. Proses revitalisasi mencakup perbaikan struktur bangunan, penataan kembali kios, serta peningkatan fasilitas umum seperti sanitasi, pencahayaan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Setelah selesai, pasar ini diharapkan dapat menampung 208 pedagang dengan standar kebersihan dan keamanan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Pasar Kramat Jaya dibangun sebagai pasar baru yang strategis di wilayah Jakarta Utara. Proyek ini bertujuan memperluas pusat ekonomi di daerah tersebut, sekaligus menyediakan ruang bagi pedagang yang sebelumnya beroperasi di lokasi kurang layak. Meskipun belum dipublikasikan secara rinci mengenai luas lahan dan kapasitas pedagang, pemerintah menegaskan bahwa desain pasar akan mengintegrasikan konsep modern dengan karakteristik pasar tradisional, termasuk area pendingin, ruang penyimpanan, dan zona makan.
Pramono Anung menegaskan bahwa kedua proyek ini merupakan bagian integral dari program pemerintah provinsi untuk menata seluruh pasar tradisional di DKI Jakarta. “Langkah revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman, aman, dan produktif bagi pedagang serta konsumen,” ujarnya dalam sambutan.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Gubernur juga menyoroti percepatan transformasi digital di 153 pasar tradisional yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Hingga kini, lebih dari 60 pasar telah mengimplementasikan sistem pembayaran digital secara penuh. “Digitalisasi pembayaran tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan transparansi, mengurangi risiko keamanan, dan memberikan data yang berguna bagi perencanaan kebijakan,” jelas Pramono.
Dalam upaya menyelesaikan digitalisasi seluruh pasar, Pramono telah menginstruksikan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, untuk mempercepat adopsi teknologi di sisa pasar yang masih mengandalkan metode konvensional. Target pemerintah adalah mengintegrasikan seluruh 153 pasar ke dalam satu platform digital terpadu sebelum akhir tahun 2026. Platform tersebut diharapkan mencakup fitur pembayaran elektronik, sistem manajemen kios, serta analitik penjualan yang dapat diakses oleh pedagang dan otoritas pasar.
Langkah digitalisasi ini selaras dengan visi DKI Jakarta untuk menjadi kota pintar (smart city). Dengan menghubungkan pasar tradisional ke jaringan digital, pemerintah dapat memantau kepadatan pedagang, mengoptimalkan alokasi ruang, serta menyediakan layanan dukungan seperti pelatihan keuangan dan pemasaran online. Bagi pedagang, akses ke sistem pembayaran digital membuka peluang untuk menerima pembayaran non-tunai, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Menurut data internal Dinas Perdagangan DKI Jakarta, pasar tradisional menyumbang sekitar 12 persen dari total nilai transaksi ritel di kota. Dengan fasilitas yang lebih baik dan proses pembayaran yang terdigitalisasi, potensi pertumbuhan omzet pedagang dapat meningkat secara signifikan.
Selain manfaat ekonomi, proyek ini memiliki dimensi sosial yang tidak kalah penting. Penataan ulang pasar tradisional akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman, mengurangi risiko kebakaran, serta memperbaiki kualitas udara dengan ventilasi yang lebih baik. Bagi konsumen, terutama keluarga dengan anak kecil, pasar yang terorganisir dengan baik menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan program pendampingan bagi pedagang yang akan terlibat dalam revitalisasi. Program tersebut meliputi pelatihan penggunaan perangkat digital, manajemen keuangan, serta pemasaran produk secara online. Diharapkan, pedagang tidak hanya mendapatkan fasilitas fisik yang lebih baik, tetapi juga keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di era digital.
Secara keseluruhan, upaya revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional di Jakarta mencerminkan strategi pemerintah daerah yang holistik: menggabungkan perbaikan infrastruktur, inovasi teknologi, dan pemberdayaan ekonomi pedagang kecil. Dengan dukungan kebijakan yang kuat dan pelaksanaan yang terkoordinasi, diharapkan pasar tradisional di DKI Jakarta dapat bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Ke depan, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk terus memantau progres proyek dan memastikan semua tahapan selesai tepat waktu. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk komunitas pedagang, pemerintah daerah, serta sektor swasta, untuk bersinergi dalam mewujudkan pasar tradisional yang tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi kota.


Komentar