Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Setelah banjir bandang yang melumpuhkan Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase sejak November 2025, pemerintah menuntaskan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi. Pada 5 Mei 2026 Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau lokasi dan memastikan aliran air kembali mengairi lahan seluas 8.922 hektare di sembilan kecamatan Aceh Utara.
Rincian Rehabilitasi
Tim Kementerian Pekerjaan Umum memperbaiki saluran induk sepanjang 32,82 km dan saluran sekunder 112,36 km, serta jaringan tersier dan infrastruktur pendukung lainnya. Rehabilitasi ini mengembalikan layanan pada area kanan seluas 5.614 ha dan area kiri 3.308 ha. Indeks Pertanaman (IP) naik drastis dari sekitar 65 % menjadi hingga 250 % setelah air kembali mengalir secara optimal.
Wilayah yang kini terlayani meliputi Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir. Pemerintah menargetkan petani dapat menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun, mengurangi dampak musiman dan mempercepat pemulihan pascabanjir.
“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis.
Selain perbaikan struktural, langkah lanjutan meliputi pembersihan sedimen di lahan dan pengembangan demplot seluas dua hektare untuk meningkatkan produktivitas. Petani setempat, Mochtar Ahmad, mengaku lega atas kembalinya fungsi bendung: “Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air, tapi sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” katanya.
Dengan irigasi yang berfungsi kembali, petani diperkirakan akan mengalami peningkatan pendapatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional. Pemerintah menegaskan bahwa kelangsungan operasional DI Krueng Pase menjadi bagian strategis dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian dan mengatasi potensi kekeringan pada musim kemarau.
Keberhasilan rehabilitasi DI Krueng Pase diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang terkena dampak bencana alam, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.


Komentar