Media Pendidikan – 22 April 2026 | Pembawa kebijakan keuangan negara, Menteri Keuangan Purbaya, menyatakan keyakinannya bahwa inflasi akan tetap terkendali dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di bawah batas 3 persen. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terbaru, menegaskan fokus pemerintah pada disiplin fiskal meski pertumbuhan ekonomi harus terus didorong.
Kebijakan Fiskal untuk Menjaga Stabilitas Harga
Purbaya menekankan pentingnya menjaga disiplin pengelolaan keuangan publik sebagai fondasi utama dalam menahan tekanan inflasi. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah pengendalian harga, penguatan nilai tukar, serta koordinasi dengan otoritas moneter menjadi bagian integral dari strategi pemerintah. Dengan kebijakan yang konsisten, ekspektasi inflasi dapat dipertahankan pada level yang dapat diterima oleh pelaku usaha dan konsumen.
Target Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Dalam rangka mematuhi batas defisit yang telah ditetapkan, pemerintah menargetkan defisit APBN tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Purbaya menegaskan bahwa pencapaian target ini bergantung pada pengendalian belanja yang efisien serta peningkatan penerimaan pajak yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa meski pertumbuhan ekonomi masih memerlukan stimulus, pengeluaran tidak boleh mengorbankan keseimbangan fiskal.
“Kami yakin inflasi tetap terkendali dan defisit APBN akan berada di bawah 3%, pentingnya disiplin fiskal untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya dalam sambutan resmi. Kutipan tersebut mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa kebijakan fiskal yang hati-hati dapat mendukung stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Data terbaru menunjukkan bahwa rasio defisit APBN saat ini berada di kisaran 2,8 persen, berada di bawah ambang batas 3 persen yang menjadi acuan kebijakan. Sementara tingkat inflasi bulan lalu tercatat di kisaran 2,9 persen, masih berada dalam rentang target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kedua indikator tersebut menjadi bukti konkret bahwa pendekatan fiskal yang disiplin memberikan efek positif pada stabilitas harga dan keseimbangan anggaran.
Ke depan, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau dinamika ekonomi global serta domestik, sambil memastikan bahwa kebijakan fiskal tetap responsif terhadap perubahan kondisi. Ia menutup dengan harapan bahwa sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat tanpa mengorbankan stabilitas harga.


Komentar