Ekonomi
Beranda » Berita » Program MBG Dorong Omzet Perajin Tempe di Jakarta Timur Naik Signifikan

Program MBG Dorong Omzet Perajin Tempe di Jakarta Timur Naik Signifikan

Program MBG Dorong Omzet Perajin Tempe di Jakarta Timur Naik Signifikan
Program MBG Dorong Omzet Perajin Tempe di Jakarta Timur Naik Signifikan

Media Pendidikan – 25 April 2026 | Perajin tempe di Kramat Jati, Jakarta Timur, merasakan peningkatan omzet yang signifikan berkat program MBG (Makanan Bergizi) yang mulai dijalankan sejak awal 2025. Ijan, pemilik pabrik tempe “Super Raos”, menjadi salah satu pemasok bagi dua dapur MBG di wilayah Matraman dan Condet, sekaligus menyampaikan pengalaman positifnya pada Sabtu, 25 April 2026.

Dampak Langsung Program MBG pada Usaha Tempe

Program MBG dirancang untuk memperkuat rantai pasokan makanan bergizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Dengan menambahkan tempe sebagai sumber protein nabati, dapur-dapur MBG meningkatkan permintaan terhadap produk lokal. Ijan menjelaskan, “Alhamdulillah dengan adanya program MBG dari Pak Prabowo, pendapatan bertambah. Dapur MBG yang sudah berlangganan ada di Matraman satu dan Condet satu,” menegaskan bahwa dua dapur tersebut kini rutin membeli tempe dari pabriknya.

Baca juga:

Keberadaan MBG tidak hanya menambah volume penjualan, melainkan juga membuka pasar baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Timur. Sebelumnya, tempe “Super Raos” hanya dipasarkan secara tradisional di lingkungan sekitar. Setelah bergabung dengan jaringan MBG, distribusi meluas ke wilayah Matraman dan Condet, dua area padat penduduk yang membutuhkan penyediaan makanan bergizi secara teratur.

Ijan menambahkan, “Saya pribadi sangat terbantu. Omzet untuk pedagang seperti saya jadi bertambah,” menyoroti peningkatan pendapatan yang dirasakan tanpa menyebutkan angka pasti, namun jelas terindikasi ada pertumbuhan signifikan. Ia juga menekankan manfaat sosial program, menyebutkan bahwa produk tempenya kini berkontribusi pada pola makan sehat bagi kelompok rentan yang dilayani oleh dapur MBG.

Baca juga:

Selain peningkatan pendapatan, program MBG memberi dampak positif pada stabilitas produksi. Dengan kontrak pasokan yang lebih teratur, pabrik tempe dapat merencanakan produksi secara lebih efisien, mengurangi limbah, dan meningkatkan kualitas produk. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat tata kelola program MBG dan memastikan pengawasan ketat demi keberlanjutan.

Pengembangan program MBG juga diharapkan dapat memacu ekonomi lokal secara lebih luas. Dengan menambah jumlah pemasok dan memperluas jaringan distribusi, peluang kerja di sektor pengolahan tempe dan logistik meningkat. Ijan berharap inisiatif serupa dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga manfaat ekonomi dan gizi dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Baca juga:

Ke depan, Ijan mengharapkan program MBG terus berjalan lancar dan dapat diperluas ke lebih banyak dapur serta komunitas. “Semoga ke depan program ini terus berjalan lancar,” tuturnya dengan optimisme, menandakan komitmen berkelanjutan dari pelaku usaha mikro untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *