Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Prancis Tinggalkan Windows, Alihkan ke Linux untuk Kurangi Ketergantungan pada Teknologi AS

Prancis Tinggalkan Windows, Alihkan ke Linux untuk Kurangi Ketergantungan pada Teknologi AS

Prancis Tinggalkan Windows, Alihkan ke Linux untuk Kurangi Ketergantungan pada Teknologi AS
Prancis Tinggalkan Windows, Alihkan ke Linux untuk Kurangi Ketergantungan pada Teknologi AS

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Paris, 12 April 2026 – Pemerintah Prancis secara resmi mengumumkan keputusan strategis untuk menghentikan penggunaan sistem operasi Windows dari Microsoft dan beralih ke platform Linux pada semua perangkat milik negara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang semakin agresif, khususnya sikap Presiden Donald Trump yang dinilai meningkatkan tekanan terhadap negara‑negara lain.

Pengalihan ke Linux dipandang sebagai upaya utama untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi buatan Amerika yang dianggap berisiko bagi kedaulatan digital. Menurut laporan resmi, keputusan tersebut akan diterapkan secara bertahap pada lembaga‑lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, serta infrastruktur kritis lainnya.

Baca juga:

“Sikap Presiden AS Donald Trump yang meningkatkan serangan pada negara-negara dunia mendorong langkah Prancis ini,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip dalam siaran pers pemerintah. Pernyataan itu menegaskan bahwa keamanan siber dan kontrol atas data publik menjadi prioritas utama dalam kebijakan TI negara tersebut.

Linux, sebagai sistem operasi berbasis sumber terbuka, memungkinkan otoritas Prancis untuk mengakses kode sumber, menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan, serta menghindari lisensi yang bergantung pada vendor luar. Selain itu, penggunaan perangkat lunak bebas diyakini dapat menekan biaya operasional jangka panjang, meski proses migrasi memerlukan investasi awal pada pelatihan SDM dan penyesuaian infrastruktur.

Baca juga:

Penggantian sistem operasi ini diharapkan memberikan dampak signifikan pada jaringan pemerintah yang meliputi lebih dari 150.000 perangkat komputer. Meskipun data spesifik belum dirilis, para analis memperkirakan bahwa transisi akan menyentuh seluruh unit kerja kementerian, termasuk departemen pertahanan, luar negeri, serta layanan publik.

Langkah serupa telah diambil oleh beberapa negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir, namun Prancis menjadi negara terbesar di Uni Eropa yang secara resmi menandai peralihan penuh ke Linux. Observers menilai keputusan ini dapat memicu tren serupa di negara‑negara lain yang ingin menyeimbangkan hubungan teknologi dengan kemandirian strategis.

Baca juga:

Pengumuman ini menutup bab panjang perdebatan internal mengenai pilihan teknologi yang paling aman dan efisien bagi sektor publik. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan migrasi dalam tiga tahun ke depan, sekaligus membuka peluang bagi pengembang lokal untuk berkontribusi pada ekosistem Linux yang semakin berkembang di Eropa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *