Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa, Bentuk Karakter dan Jiwa Kesatria

Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa, Bentuk Karakter dan Jiwa Kesatria

Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa, Bentuk Karakter dan Jiwa Kesatria
Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa, Bentuk Karakter dan Jiwa Kesatria

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pada Sabtu 11 April 2026 bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri serta karakter bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan resmi di Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di Jakarta International Convention Center, Jakarta.

Acara tahunan itu mempertemukan praktisi, pelatih, dan pengurus silat dari seluruh nusantara. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa gerakan, nilai, dan filosofi pencak silat telah terbukti membentuk mentalitas yang tangguh dan berjiwa kesatria. “Pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia,” ujar Presiden, menegaskan pentingnya warisan budaya ini dalam konteks pembangunan karakter generasi muda.

Baca juga:

Presiden menambahkan bahwa semangat kesatria yang terkandung dalam tiap jurus dan tata cara latihan silat mampu menumbuhkan rasa disiplin, keberanian, serta rasa kebangsaan. Ia berharap IPSI dapat terus mengoptimalkan peranannya sebagai wadah pendidikan moral melalui seni bela diri tradisional, sehingga nilai-nilai kebangsaan dapat meresap ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Beberapa poin utama yang diangkat dalam sambutan Prabowo meliputi:

Baca juga:
  • Identitas Budaya: Pencak silat sebagai simbol kebhinekaan yang mencerminkan keanekaragaman suku, bahasa, dan adat di Indonesia.
  • Pembentukan Karakter: Latihan rutin mengajarkan kedisiplinan, ketahanan mental, serta semangat sportifitas.
  • Jiwas Kesatria: Nilai kehormatan, keberanian, dan rasa tanggung jawab yang diajarkan melalui filosofi silat.

Prabowo juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam memperluas akses pelatihan silat ke daerah‑daerah terpencil, serta meningkatkan sarana dan prasarana bagi para atlet. Ia menekankan bahwa kebijakan yang proaktif akan memperkuat posisi pencak silat di panggung internasional, sekaligus melestarikan nilai‑nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Dengan tekad kuat untuk menjadikan pencak silat sebagai instrumen pembangunan karakter bangsa, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan, untuk berkolaborasi. Ia menutup sambutannya dengan harapan bahwa generasi mendatang akan terus menghidupkan semangat kesatria melalui latihan silat, menjadikan warisan budaya ini sebagai fondasi kokoh bagi identitas nasional Indonesia.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *