Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Soroti Nama Kendaraan Listrik Tidar dan Lokon, Serukan Dukungan Nasional

Prabowo Soroti Nama Kendaraan Listrik Tidar dan Lokon, Serukan Dukungan Nasional

Prabowo Soroti Nama Kendaraan Listrik Tidar dan Lokon, Serukan Dukungan Nasional
Prabowo Soroti Nama Kendaraan Listrik Tidar dan Lokon, Serukan Dukungan Nasional

Media Pendidikan – 09 April 2026 | Presiden Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, memberikan pujian kepada Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, atas penetapan nama dua kendaraan listrik terbaru perusahaan tersebut, yakni “Tidar” dan “Lokon“. Penamaan ini, yang mencerminkan warisan budaya dan sejarah Indonesia, dipandang Prabowo sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas nasional dalam era mobilitas berkelanjutan.

Nama Tidar dan Lokon: Simbol Kekuatan dan Keberanian

Prabowo Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen bangsa terhadap industri kendaraan listrik (EV) domestik. Ia menilai bahwa penamaan Tidar dan Lokon bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan upaya memperkuat narasi bahwa inovasi teknologi dapat selaras dengan identitas budaya. Prabowo menyerukan pemerintah, swasta, serta masyarakat untuk memberikan dukungan kebijakan, infrastruktur, dan investasi yang diperlukan agar produksi EV dalam negeri dapat bersaing secara global.

Baca juga:

Implikasi Ekonomi dan Lingkungan

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, yang beroperasi di bawah naungan Votorantim Group, menargetkan produksi massal kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Dengan mengintegrasikan teknologi baterai berkapasitas tinggi serta sistem manajemen energi yang efisien, Tidar dan Lokon diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur, riset, dan layanan purna jual. Prabowo menyoroti bahwa percepatan adopsi EV akan berkontribusi pada pencapaian target pengurangan emisi Indonesia sesuai Komitmen Nasional yang ditetapkan dalam Paris Agreement.

Tantangan dan Rencana Aksi

Meski optimis, Prabowo mengakui adanya tantangan terkait infrastruktur pengisian daya, ketersediaan bahan baku baterai, dan regulasi yang masih berkembang. Ia mengusulkan pembentukan forum lintas sektoral yang melibatkan kementerian terkait, asosiasi industri otomotif, serta akademisi untuk menyusun roadmap jangka panjang. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan insentif fiskal, standar keselamatan, serta program pelatihan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan produksi EV.

Baca juga:

Prabowo juga menekankan perlunya kolaborasi internasional dalam riset dan pengembangan teknologi baterai, sekaligus menjaga kemandirian sumber daya melalui pemanfaatan mineral dalam negeri seperti nikel dan kobalt. Dengan strategi ini, ia berkeyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi hub produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara, menghubungkan pasar domestik yang luas dengan peluang ekspor.

Secara keseluruhan, penamaan kendaraan listrik Tidar dan Lokon tidak hanya menjadi simbol kebanggaan budaya, tetapi juga menandai momentum penting bagi transformasi industri otomotif Indonesia. Dukungan Prabowo diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan realisasi visi kendaraan ramah lingkungan yang berwawasan nasional.

Baca juga:

Dengan menggabungkan semangat sejarah, inovasi teknologi, dan kebijakan pro‑aktif, Indonesia berada pada posisi yang menjanjikan untuk memimpin transisi energi bersih di kawasan. Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *