Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Sambut Dharma Santi 2026, Tekan Persaudaraan Nasional

Prabowo Sambut Dharma Santi 2026, Tekan Persaudaraan Nasional

Prabowo Sambut Dharma Santi 2026, Tekan Persaudaraan Nasional
Prabowo Sambut Dharma Santi 2026, Tekan Persaudaraan Nasional

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu dalam rangka perayaan Dharma Santi Nasional 2026, yang sekaligus menandai Tahun Baru Saka 1948. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama, Prabowo menegaskan pentingnya momentum tersebut untuk mempererat persaudaraan antarwarga negara.

Momentum Dharma Santi sebagai Penjaga Persaudaraan

Dharma Santi, sebagai perayaan tradisional Hindu yang mengawali tahun baru kalender Saka, diperingati secara luas di Indonesia. Tahun ini, perayaan menandai usia ke-78 sejak penetapan tahun 1948 sebagai acuan kalender Saka. Presiden Prabowo menekankan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam perayaan tersebut harus dijadikan landasan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan solidaritas.

Baca juga:

“Dharma Santi harus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan,” tegas Prabowo dalam sambutannya. Pernyataan ini menggambarkan komitmen pemerintah pusat dalam mengakui keragaman budaya dan agama sebagai kekuatan persatuan nasional.

Ucapan selamat tersebut tidak hanya bersifat simbolik, melainkan juga mencerminkan kebijakan inklusif yang terus digalakkan sejak masa pemerintahan sebelumnya. Dalam konteks demografis, umat Hindu di Indonesia tercatat berjumlah sekitar 4,5 juta jiwa, tersebar di seluruh wilayah, dengan konsentrasi terbesar di Bali, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Perayaan Dharma Santi menjadi titik temu bagi komunitas tersebut untuk melestarikan tradisi sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Reaksi Masyarakat dan Penguatan Budaya

Berbagai organisasi keagamaan dan budaya Hindu menyambut hangat pernyataan Presiden. Ketua Dewan Persatuan Hindu Indonesia (DPHI) menilai bahwa dukungan tertinggi dari kepala negara dapat menumbuhkan rasa dihargai di kalangan umat Hindu, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan budaya.

Baca juga:

Data Badan Statistik Nasional (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, partisipasi masyarakat dalam perayaan keagamaan meningkat sebesar 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan peningkatan kesadaran akan pentingnya toleransi beragama.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah menegaskan akan terus memfasilitasi program-program yang mendukung pelestarian budaya lokal, termasuk penyediaan anggaran bagi kegiatan keagamaan yang bersifat inklusif. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengajak semua elemen bangsa untuk menjadikan Dharma Santi bukan hanya sekadar perayaan religius, melainkan sebagai platform dialog lintas agama yang memperkuat rasa persaudaraan.

Dengan menekankan nilai kebersamaan, pernyataan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan sosial‑ekonomi yang semakin kompleks. Selanjutnya, pemerintah berencana mengintegrasikan nilai-nilai Dharma Santi ke dalam program pendidikan karakter di sekolah-sekolah, guna menanamkan semangat persaudaraan sejak usia dini.

Baca juga:

Perayaan Dharma Santi 2026 akan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 17 April hingga 19 April, dengan rangkaian upacara keagamaan, pertunjukan seni tradisional, serta lomba-lomba budaya yang melibatkan komunitas lokal. Pemerintah daerah di beberapa provinsi telah menyiapkan fasilitas publik untuk mendukung kelancaran acara, sekaligus memastikan protokol kesehatan tetap dijaga.

Seiring berjalannya perayaan, diharapkan nilai-nilai kebersamaan yang diusung oleh Dharma Santi dapat terwujud dalam tindakan konkret, memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga Indonesia yang beragam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *