Nasional
Beranda » Berita » Doa Lintas Agama Siswa Sekolah Rakyat untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Simbol Persatuan Nasional

Doa Lintas Agama Siswa Sekolah Rakyat untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Simbol Persatuan Nasional

Doa Lintas Agama Siswa Sekolah Rakyat untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Simbol Persatuan Nasional
Doa Lintas Agama Siswa Sekolah Rakyat untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Simbol Persatuan Nasional

Media Pendidikan – 06 April 2026 | Siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) dari wilayah Jabodetabek memimpin sebuah doa bersama lintas agama yang digelar oleh Kementerian Sosial pada Senin, 6 April 2026. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud penghormatan kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Kegiatan berlangsung di Gedung Aneka Bhakti (GAB) dan dihadiri oleh pejabat kementerian, pegawai negeri, serta perwakilan komunitas keagamaan.

Ketiga prajurit yang tewas pada akhir Maret lalu adalah Mayor Infanteri (Anak Militer) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kelas (Anak Militer) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, serta Kopral (Anak Militer) Farizal Rhomadhon. Mereka gugur dalam tugas pasukan perdamaian PBB di Lebanon, sebuah misi yang menuntut keberanian sekaligus pengabdian pada nilai-nilai kemanusiaan. Prosesi persemayaman ketiganya dilaksanakan pada 4 April 2026, masing-masing dimakamkan di TMP Cikutra Bandung, TMP Giri Dharmolyo II Magelang, dan TMP Giripeni Kulon Progo.

Baca juga:

Doa lintas agama dipimpin secara bergantian oleh lima siswa Sekolah Rakyat yang mewakili agama masing-masing. Daftar lengkap pemimpin doa adalah sebagai berikut:

  • Saepul Majid – Islam
  • Marcel Apriliano Ferdinand – Katolik
  • Fransiskus Manuel Manalu – Kristen Protestan
  • Lovelyne P. A. Luntungan – Buddha
  • Gusti Agung Radja Putra Arya Wiratama – Hindu

Setiap pemimpin menyampaikan harapan, permohonan kedamaian, dan doa agar para syuhada mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Doa Islam yang dipimpin oleh Saepul Majid menekankan penghentian peperangan dan penegakan nilai-nilai kemanusiaan, sementara pemimpin dari tradisi Katolik, Kristen, Buddha, dan Hindu menambahkan doa mereka dengan pesan kebajikan, kedamaian batin, serta penerangan atas pengorbanan prajurit.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan kata-kata duka sekaligus harapan pada saat pembukaan acara. “Para prajurit TNI yang gugur adalah pahlawan kemanusiaan. Kita semua turut mendoakan dengan baik. Semoga mereka diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Menteri Yusuf. Ia menegaskan bahwa semangat persatuan lintas agama ini mencerminkan nilai kebangsaan yang harus terus dipelihara.

Baca juga:

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga menyampaikan rasa duka cita secara resmi. “Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” kata Presiden Prabowo dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa negara akan selalu menghormati jasa para pahlawan dan menjaga kehormatan prajurit yang membela keadilan.

Setelah rangkaian doa lintas agama, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi. Seluruh pegawai Kementerian Sosial dan siswa-siswi Sekolah Rakyat ikut serta dalam tahlil, menciptakan suasana khidmat yang menguatkan tekad untuk terus mengingat pengorbanan para syuhada. Pembacaan tahlil ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, melainkan juga simbol solidaritas nasional yang melintasi perbedaan kepercayaan.

Acara ini menegaskan peran penting Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial dan keagamaan. Dengan melibatkan generasi muda dalam aksi nyata penghormatan kepada pahlawan, Kementerian Sosial berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang kuat di kalangan pelajar. Interaksi lintas agama yang terjalin pada hari itu menjadi contoh konkret bahwa persatuan Indonesia dapat diwujudkan melalui dialog dan tindakan bersama.

Baca juga:

Secara keseluruhan, doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh siswa Sekolah Rakyat meneguhkan pesan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam memperkuat ikatan kebangsaan. Penghormatan kepada Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopral Farizal Rhomadhon tidak hanya menjadi kenangan, melainkan juga inspirasi bagi seluruh bangsa untuk terus menjaga perdamaian, menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menghormati mereka yang berkorban demi keamanan dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *