Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa 7,6 SR di Sulut‑Malut

Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa 7,6 SR di Sulut‑Malut

Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa 7,6 SR di Sulut‑Malut
Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Gempa 7,6 SR di Sulut‑Malut

Media Pendidikan – 02 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Jumat (13/3/2026) menyampaikan instruksi tegas kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengevakuasi warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Instruksi tersebut disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya yang menerima laporan awal dari Kepala BNPB, Suharyanto, pada pagi hari Kamis (2/4/2026).

Gempa terjadi pada pukul 06.48 WITA dengan pusat gempa berada di koordinat 1,25° lintang utara dan 126,27° bujur timur, pada kedalaman 62 kilometer di perairan Bitung, Sulawesi Utara. Kejadian ini memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencakup tujuh daerah di kedua provinsi.

Baca juga:

Setelah menerima laporan, Presiden Prabowo langsung memerintahkan agar seluruh elemen BNPB daerah, aparat TNI‑Polri, serta pemerintah daerah (Pemda) melakukan penilaian cepat dan mengevakuasi warga yang berada di zona berisiko. “Pak Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNPB secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak,” ujar Teddy dalam konferensi pers pada sore harinya.

Tim reaksi cepat BNPB bersama satgas TNI‑Polri dan petugas Pemda segera turun ke lokasi. Kepala BNPB Suharyanto tiba di Bitung pada hari yang sama, sementara tim tambahan dikerahkan ke Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dan Pulau Batang Dua. Petugas melakukan inspeksi bangunan, mengamankan area yang berpotensi runtuh, serta mengevakuasi penduduk ke tempat penampungan yang telah disiapkan.

Pemda setempat juga mengeluarkan imbauan agar warga tidak kembali beraktivitas di gedung-gedung yang terkena dampak gempa. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak masuk ke dalam bangunan yang masih terindikasi rusak demi menghindari bahaya lanjutan,” jelas Teddy.

Baca juga:
  • Kota Bitung (Sulut) – pusat gempa dan wilayah paling terdampak.
  • Kota Ternate (Malut) – area dengan potensi tsunami tinggi.
  • Pulau Batang Dua (Malut) – lokasi evakuasi tambahan.
  • Daerah sekitarnya – ditetapkan zona siaga tsunami.

BMKG mencatat bahwa tujuh daerah di kedua provinsi berada dalam status siaga tsunami, termasuk Ternate, Halmahera, dan Tidore di Maluku Utara. Petugas lapangan terus memantau level air laut dan memberikan peringatan secara berkelanjutan.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa yang signifikan, namun sejumlah warga mengalami luka ringan akibat puing-puing bangunan. Tim medis BNPB dan rumah sakit setempat telah menyiapkan layanan darurat untuk penanganan cepat.

Keberhasilan evakuasi cepat ini mencerminkan koordinasi lintas lembaga yang dipimpin langsung oleh Presiden. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan penanganan segera demi melindungi nyawa warga. “Kita tidak boleh menunggu hingga bencana menambah kerusakan. Setiap detik sangat berharga,” tegasnya.

Baca juga:

Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan proses evakuasi dan penanganan pascagempa dapat berlangsung lancar, serta membantu masyarakat pulih kembali ke kehidupan normal sesegera mungkin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *