Internasional
Beranda » Berita » Prabowo Kumpul Pemimpin ASEAN di Cebu Bahas Dampak Konflik Global

Prabowo Kumpul Pemimpin ASEAN di Cebu Bahas Dampak Konflik Global

Prabowo Kumpul Pemimpin ASEAN di Cebu Bahas Dampak Konflik Global
Prabowo Kumpul Pemimpin ASEAN di Cebu Bahas Dampak Konflik Global

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Airlangga Hartarto memimpin KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, dari 7 hingga 9 Mei 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menitikberatkan pada konsekuensi konflik global terhadap keamanan dan perekonomian kawasan.

Dalam agenda utama, para pemimpin negara anggota ASEAN membahas langkah-langkah kolektif untuk menanggulangi dampak geopolitik yang meluas, termasuk fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok, serta risiko keamanan maritim. Prabowo menegaskan pentingnya solidaritas regional, “Kita harus bersama menghadapi dampak konflik global,” ujar beliau dalam pembukaan sidang.

Baca juga:

Menko Airlangga menambahkan bahwa Indonesia siap menjadi fasilitator dialog yang konstruktif, mengingat posisi geografis dan peran ekonomi negara sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ASEAN. Ia menyoroti perlunya kebijakan yang selaras antara keamanan dan pembangunan ekonomi untuk memastikan stabilitas jangka panjang.

Fokus Isu Keamanan dan Ekonomi Pasca Konflik

Selama tiga hari, diskusi difokuskan pada tiga pilar utama: keamanan maritim, diversifikasi energi, dan pemulihan ekonomi pasca konflik. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa 65% negara anggota ASEAN mengalami tekanan inflasi akibat naiknya harga bahan bakar, sementara 48% melaporkan penurunan arus investasi asing langsung sejak awal 2026.

Baca juga:

Para pemimpin sepakat untuk memperkuat mekanisme koordinasi keamanan di Selat Malaka serta meningkatkan investasi pada energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang rentan terhadap geopolitik. Selain itu, inisiatif bersama untuk memperluas jaringan logistik regional diharapkan dapat mengurangi gangguan rantai pasok yang timbul dari konflik internasional.

KTT ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk mengadakan pertemuan tahunan khusus yang meninjau progres implementasi kebijakan yang telah disepakati. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus memimpin upaya ini, sambil mengajak seluruh anggota ASEAN untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran bersama.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *