Media Pendidikan – 03 April 2026 | FIFA telah mengumumkan rangkaian persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, termasuk skema harga tiket dinamis, pemilihan stadion pembuka, serta fase penjualan tiket yang terstruktur. Informasi terbaru menegaskan bahwa turnamen akan digelar di 11 kota di Amerika Serikat, tiga kota di Meksiko, dan dua kota di Kanada, dengan total 48 tim peserta yang telah dipastikan.
Harga Tiket Tertinggi dan Dinamika Penjualan
Untuk laga final, FIFA menetapkan harga tertinggi sebesar $10.990 atau sekitar Rp187 juta, naik dari $8.680 (Rp147,7 juta) pada fase penjualan sebelumnya. Harga ini termasuk kategori premium yang memberikan akses ke zona penonton paling dekat dengan lapangan. Selain itu, tiket kategori 2 untuk pertandingan pada 19 Juli di MetLife Stadium dibanderol $7.380 (Rp125,5 juta), sementara kategori 3 berharga $5.785 (Rp98,4 juta). Sistem harga dinamis diterapkan untuk menyesuaikan permintaan pasar, sehingga harga dapat berubah seiring waktu penjualan.
Stadion Pembuka dan Ketersediaan Tiket
Laga pembuka antara Amerika Serikat dan Paraguay pada 12 Juni di SoFi Stadium tersedia dengan harga $2.735 (Rp46,5 juta) sejak Desember 2025 dan belum mengalami perubahan. Namun, tiket untuk laga pembuka lainnya, seperti AS melawan Australia (19 Juni, Seattle) dan AS melawan Turki (25 Juni, Inglewood), belum tersedia. Di Meksiko, pertandingan pembuka antara Meksiko dan Arab Saudi pada 11 Juni di Mexico City dapat dibeli seharga $2.985 (Rp50,8 juta), naik dari $2.355 pada Desember. Kanada menyajikan laga pertama melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto pada 12 Juni dengan tiket $2.240 (Rp38,1 juta), sedikit naik dari $2.170.
Tahapan Penjualan dan Kebijakan Khusus FIFA
Penjualan tiket kini memasuki fase kelima, setelah prapenjualan Visa, undian tiket awal, undian acak, dan penjualan terbatas pada akhir Februari. Pada fase ini, pembeli dapat memilih lokasi kursi secara spesifik, bukan hanya kategori umum. Harga tiket beragam dari $140 (Rp2,38 juta) hingga $8.680 (Rp147,7 juta). Menanggapi kritik atas harga tinggi, FIFA menjanjikan tiket seharga $60 (Rp1,02 juta) untuk federasi nasional, dengan alokasi 400‑700 tiket per tim di setiap pertandingan. Selain itu, FIFA mengoperasikan pasar penjualan kembali dengan komisi 15% bagi penjual dan pembeli.
Persiapan pembukaan Piala Dunia 2026 menunjukkan fokus FIFA pada kombinasi komersialisasi tiket dan upaya inklusif melalui alokasi tiket murah untuk suporter setia. Dengan stadium yang tersebar di tiga negara, fase penjualan yang tersegmentasi, dan kebijakan harga dinamis, turnamen diproyeksikan menjadi yang paling mahal dalam sejarah, sekaligus menantang kemampuan suporter untuk mengakses laga pembuka. Semua langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan acara global yang terorganisir secara matang.


Komentar