Media Pendidikan – 17 Mei 2026 | Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menegaskan bahwa pengawasan transportasi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan ibadah haji 2026. Anggota Timwas Haji DPR RI, Danang Wicaksana, mengatakan bahwa pengawasan dilakukan sejak keberangkatan hingga mobilitas selama di Arab Saudi.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah menjadi salah satu fokus pengawasan. Jalur tersebut dinilai rawan karena tingginya mobilitas jemaah dalam jumlah besar. Timwas Haji DPR juga menyoroti keselamatan armada bus setelah adanya kecelakaan yang sempat melibatkan jemaah Indonesia beberapa waktu lalu.
Pengawasan paling ketat akan dilakukan saat fase puncak ibadah haji. Tahapan perpindahan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna) dinilai menjadi fase paling padat dalam penyelenggaraan haji. “Karena padatnya, tiap-tiap kloter harus bergeser sesuai waktunya. Ini yang akan kita pastikan,” kata Danang.
Selain itu, kepadatan di Muzdalifah juga menjadi perhatian DPR. Timwas Haji akan mengevaluasi penerapan skema murur untuk mengurangi penumpukan jemaah. Layanan bagi jemaah sakit dan lansia juga menjadi fokus pengawasan. Kelompok rentan dinilai membutuhkan pendampingan dan transportasi khusus selama menjalankan ibadah.


Komentar