Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Pindad Ungkap Teknologi Smokeless Canggih untuk Atasi Darurat Sampah Bantargebang April 2026

Pindad Ungkap Teknologi Smokeless Canggih untuk Atasi Darurat Sampah Bantargebang April 2026

Pindad Ungkap Teknologi Smokeless Canggih untuk Atasi Darurat Sampah Bantargebang April 2026
Pindad Ungkap Teknologi Smokeless Canggih untuk Atasi Darurat Sampah Bantargebang April 2026

Media Pendidikan – 06 April 2026 | PT Pindad bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih memulai langkah desentralisasi pengelolaan sampah untuk mengatasi krisis di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Fokus utama adalah penguatan teknologi hilirisasi hingga tingkat kelurahan, dengan penekanan pada inovasi pembakaran tanpa asap.

Smokeless Incinerator: Solusi Tanpa Asap

Alat pembakar sampah tanpa asap (Smokeless Incinerator) buatan Pindad, bernama Stungta, dirancang sebagai unit mobil yang dapat dipindahkan ke lokasi kritis. Teknologi ini menghilangkan emisi asap berbahaya, sehingga cocok untuk area pemukiman padat penduduk yang sebelumnya terpapar polusi.

Baca juga:

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa Stungta dilengkapi dengan sistem pembakaran suhu tinggi yang mengubah sampah menjadi abu dan gas bersih. Proses ini tidak memerlukan bahan bakar tambahan karena memanfaatkan energi termal dari sampah itu sendiri, menjadikannya solusi hemat energi.

Strategi Desentralisasi dan Pilot Project

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya penanganan hulu‑hilir yang terintegrasi. Hulu diarahkan pada penghentian aliran sampah masuk ke TPST, sementara hilir difokuskan pada percepatan pengurangan gunungan sampah dan penghijauan kembali area terdampak.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menargetkan transformasi TPS3A menjadi unit pengolahan yang lebih canggih. Ia menekankan bahwa desentralisasi harus berjalan agar permasalahan sampah dapat diselesaikan di tingkat lokal tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA) besar.

Baca juga:

Dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang dihadiri oleh kedua menteri serta Sigit P. Santosa, diputuskan bahwa pilot project pertama akan dilaksanakan di DKI Jakarta dan Bandung. Setelah evaluasi berhasil, teknologi ini akan diperluas ke daerah‑daerah lain yang mengalami krisis serupa.

Opsi Teknologi Lain dari Pindad

Pindad tidak hanya mengandalkan Smokeless Incinerator. Perusahaan juga menyiapkan opsi waste management lain, seperti Hydrothermal Carbonization (HTC), autothermix, dan teknologi plasma. Semua opsi dirancang untuk mengubah sampah menjadi bahan berguna, seperti bio‑karbon atau energi listrik.

Keunggulan Stungta terletak pada mobilitasnya. Unit dapat dikerahkan dalam hitungan jam ke lokasi darurat, sehingga respons penanganan sampah menjadi lebih cepat. Hal ini sangat penting mengingat kondisi Bantargebang yang mengalami penumpukan sampah tinggi dan risiko kebakaran.

Baca juga:

Harapan dan Tantangan Kedepan

Para pejabat berharap desentralisasi dan penerapan teknologi canggih dapat memutus rantai pasokan sampah, mengurangi beban TPST, serta memperbaiki kualitas udara bagi warga sekitar. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan lahan yang tepat, pelatihan operator, dan pendanaan operasional.

Jika pilot project berhasil, model ini dapat dijadikan contoh bagi kota‑kota lain di Indonesia yang tengah menghadapi krisis sampah. Keberhasilan teknologi smokeless Pindad dapat membuka jalan bagi inovasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *