Media Pendidikan – 28 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi peristiwa yang sangat berpengaruh pada ekonomi Indonesia. Menurut Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Rosyid Jazuli, nilai ekonomi domestik yang diperkirakan dapat mencapai Rp3 hingga Rp4 triliun.
Nilai ekonomi tersebut diproyeksikan akan berasal dari peningkatan konsumsi masyarakat selama turnamen. ‘Soal nilai ekonomi di Indonesia dari studi dan perkiraan, saya prediksi berkisar Rp3 triliun sampai Rp4 triliun,’ ujar Rosyid.
Berbagai aktivitas ekonomi yang terjadi selama Piala Dunia 2026 mencakup langganan siaran, nonton bareng, dan pembelian kebutuhan pendukung. ‘Ini termasuk spending langganan siaran, nobar, makanan dan minuman, transport, akomodasi, dan baju atau jersey,’ kata Rosyid.
Momentum Piala Dunia juga membuka peluang bagi pelaku UMKM. Aktivitas nonton bareng diperkirakan dapat meningkatkan transaksi usaha kecil. TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia di Indonesia juga menggratiskan biaya lisensi nonton bareng (nobar) untuk UMKM.
Sebagai bagian dari kolaborasi penyiaran, program nobar juga disiapkan di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Direktur Utama Folago Global Nusantara Tbk, Subioto Jingga, mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan nobar bersama masyarakat.
Dengan berbagai aktivitas ekonomi yang tercipta, Piala Dunia 2026 dinilai menjadi peluang pertumbuhan baru. Dampaknya diperkirakan dapat dirasakan mulai dari industri besar hingga ekonomi akar rumput.


Komentar