Media Pendidikan – 20 Juni 2026 | Moms, kasus anak tenggelam bisa terjadi dalam hitungan detik. Sayangnya, banyak orang tua yang masih bingung harus melakukan apa saat menghadapi situasi darurat ini.
Pada kasus tenggelam, penyebab henti jantung paling sering bukan karena gangguan pada jantung itu sendiri, melainkan akibat hipoksia atau kekurangan oksigen.
Jika anak tidak bernapas normal, segera minta bantuan medis dan mulai lakukan CPR. Pada korban tenggelam, pemberian napas atau ventilasi menjadi bagian yang sangat penting karena masalah utamanya adalah kekurangan oksigen.
Saat melihat anak tenggelam, lakukan langkah-langkah berikut:
- Pastikan lokasi di sekitar aman sebelum memberikan pertolongan.
- Segera keluarkan anak dari air.
- Memeriksa respons anak dengan memanggil namanya atau menepuk bahunya secara lembut.
- Cek apakah anak bernapas normal selama maksimal 10 detik.
Jangan memberikan napas buatan terlalu lama, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru anak.
Tapi sayangnya, masih banyak mitos yang dipercaya masyarakat saat menangani korban tenggelam. Misalnya menggantung anak secara terbalik, menekan perut agar air keluar, atau menunggu air keluar terlebih dahulu sebelum melakukan CPR.
Penanganan yang tepat dan cepat dapat meningkatkan peluang anak untuk selamat sekaligus mengurangi risiko kerusakan organ akibat kekurangan oksigen.


Komentar