Media Pendidikan – 23 April 2026 | Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana peletakan batu pertama lima pembangkit listrik berbasis waste-to-energy (PSEL) yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengatasi masalah sampah sekaligus memperkuat pasokan energi terbarukan.
Kelima proyek tersebut akan dibangun di wilayah yang belum diungkap secara detail, namun masing‑masing diperkirakan akan memiliki kapasitas yang signifikan untuk mengolah sampah menjadi listrik. Dengan memanfaatkan teknologi PSEL, pemerintah berharap dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir serta menurunkan emisi karbon.
“Kami menargetkan peletakan batu pertama pada bulan Juni untuk kelima pembangkit ini,” ujar juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam konferensi pers, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi proyek energi bersih.
Target ini sejalan dengan program nasional yang menargetkan peningkatan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi Indonesia menjadi 23 persen pada tahun 2025. Pembangunan pembangkit waste-to-energy diharapkan dapat menambah kapasitas listrik terbarukan, sekaligus memberikan solusi praktis bagi penanganan sampah kota yang semakin meningkat.
Secara teknis, setiap pembangkit PSEL direncanakan akan memproses ribuan ton sampah per hari, menghasilkan listrik yang akan disalurkan ke jaringan PLN. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan operasional.
Anggaran yang dialokasikan untuk kelima proyek tersebut mencakup biaya konstruksi, instalasi peralatan pembakaran, serta sistem kontrol emisi. Pemerintah menegaskan bahwa standar lingkungan yang ketat akan diterapkan untuk memastikan bahwa emisi gas buang berada di bawah batas yang ditetapkan.
Jika jadwal berjalan sesuai rencana, pembangkit pertama diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027, memberikan kontribusi energi bersih yang signifikan bagi jaringan listrik nasional. Pemerintah juga berjanji akan terus memantau progres pembangunan dan melaporkan pencapaian secara berkala.
Pengembangan waste-to-energy ini menandai langkah penting dalam transformasi energi Indonesia, menggabungkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dengan produksi listrik berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi investasi serupa di masa depan.


Komentar