Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar dan sesuai rencana. Hal ini dikatakannya setelah rapat bersama di Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/5).
Cak Imin juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Mulai dari petugas haji berbagai layanan termasuk pemerintah Arab Saudi.
Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai fokus pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Puncak ibadah haji 1447 H akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijjah 1447 H) di mana jemaah haji akan mulai didorong ke Arafah.
Cak Imin menjelaskan, sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian antara lain penjadwalan keberangkatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesiapan tenda di Arafah, hingga layanan kesehatan.
“Kami fokus kepada puncak dari perjalanan pelaksanaan haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Terkait transportasi, ia meminta seluruh pihak yang menangani mobilitas jemaah untuk meningkatkan koordinasi dan pelayanan, terlebih ketika pelaksanaan puncak haji di Armuzna.
Konsumsi juga disebut menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan layanan haji tahun ini. Pemerintah juga memastikan kesiapan layanan di Arafah, termasuk tenda dan fasilitas pendukung lainnya.
“Yang terakhir ketika di Mina, pelaksanaan mabit, pelaksanaan lempar jumrah hingga akhir pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.
Selain itu, layanan kesehatan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga menjadi perhatian utama selama fase Armuzna. Terakhir, ia juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi tubuh menjelang puncak ibadah haji.
“Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan,” pungkasnya.


Komentar