Media Pendidikan – 20 Mei 2026 | Pasar properti Indonesia diproyeksi masih menarik tahun ini, sejalan dengan indeks harga properti yang masih menunjukkan pertumbuhan. Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, mengatakan bahwa pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap ‘on the right track’ sejalan dengan akan adanya Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) lonjakan pada pasar rumah second di Indonesia.
Perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti. Panangian menuturkan bahwa rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu.
Puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.
Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat. ‘Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki nilai yang tinggi,’ kata Panangian.


Komentar