Media Pendidikan – 17 April 2026 | Indonesia tetap menjadi pemain utama dalam pasar udang global, dengan nilai ekspor perikanan mencapai lebih dari Rp105 triliun pada 2025 dan udang menyumbang sekitar 6 % pangsa pasar dunia. Namun, ketergantungan tinggi pada ekspor, khususnya ke Amerika Serikat yang menyerap lebih dari 60 % volume, menimbulkan kerentanan bila pasar internasional bergejolak.
Kelemahan Pasar Domestik
Di dalam negeri, konsumsi udang masih tergolong rendah dan lebih dipandang sebagai barang premium dibandingkan sumber protein harian. Kurangnya infrastruktur rantai dingin, distribusi yang tidak merata, serta dominasi produk mentah membuat petambak sulit menemukan pembeli stabil ketika ekspor melambat. Akibatnya, harga tambak turun dan petambak mengalami kerugian berulang.
Potensi yang Belum Dimanfaatkan
Dengan lebih dari 270 juta penduduk dan pertumbuhan kelas menengah, peluang pasar domestik sangat besar. Analisis memperkirakan bahwa peningkatan konsumsi satu kilogram udang per kapita per tahun dapat menyerap ratusan ribu ton produksi nasional. Selain itu, tren global menempatkan udang sebagai sumber protein sehat, kaya omega‑3, yang dapat dijadikan daya tarik bagi konsumen Indonesia.
Strategi Penguatan Pasar Lokal
- Pengembangan kebijakan yang mendorong konsumsi udang, seperti kampanye nasional dan insentif bagi industri pengolahan.
- Investasi pada infrastruktur cold chain untuk menjaga kualitas produk hingga ke konsumen akhir.
- Peningkatan nilai tambah melalui produk olahan siap masak, beku, atau siap konsumsi.
- Branding yang menekankan manfaat gizi udang sehingga dapat bersaing dengan protein lain seperti ayam dan telur.
Seorang analis industri menyatakan, “Jika ekspor adalah mesin pertumbuhan, pasar lokal adalah fondasi yang menopangnya.” Dengan pendekatan dual‑market, perusahaan dapat mengurangi risiko global sekaligus meningkatkan pendapatan dari pasar dalam negeri.
Implikasi Manajerial
Pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi bisnis, memperkuat kemampuan pemasaran, serta mengintegrasikan hulu‑hilir untuk efisiensi. Investasi pada cold chain dan inovasi produk yang sesuai selera konsumen domestik menjadi kunci untuk menstabilkan harga tambak dan meningkatkan profitabilitas.
Penguatan pasar domestik tidak berarti mengesampingkan ekspor, melainkan menciptakan keseimbangan yang menjadikan industri udang Indonesia lebih tahan banting terhadap gejolak internasional.


Komentar