Daerah
Beranda » Berita » Parepare Raih Peringkat 6 Nasional Pengelolaan Sampah, Gubernur Sulsel Janji Jadikan Contoh Gerakan Indonesia Asri

Parepare Raih Peringkat 6 Nasional Pengelolaan Sampah, Gubernur Sulsel Janji Jadikan Contoh Gerakan Indonesia Asri

Parepare Raih Peringkat 6 Nasional Pengelolaan Sampah, Gubernur Sulsel Janji Jadikan Contoh Gerakan Indonesia Asri
Parepare Raih Peringkat 6 Nasional Pengelolaan Sampah, Gubernur Sulsel Janji Jadikan Contoh Gerakan Indonesia Asri

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Parepare, 12 April 2026 – Kota Parepare berhasil menempati peringkat keenam secara nasional dalam bidang pengelolaan sampah, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Keberhasilan ini sekaligus menjadi landasan bagi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, untuk memproyeksikan Parepare sebagai contoh utama dalam pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri (GIA) yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

Pengumuman peringkat tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh pejabat daerah, perwakilan LSM lingkungan, dan wartawan pada Senin pagi. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menjadikan Parepare “sebagai percontohan nyata” dalam upaya menata kebersihan dan keindahan lingkungan hidup, sesuai dengan prinsip-prinsip GIA yang menekankan pada kebersihan, ketertiban, dan kelestarian alam.

Baca juga:

“Kami tidak hanya ingin Parepare menjadi kota bersih, tetapi juga menjadi model yang dapat direplikasi oleh kota‑kota lain di Indonesia,” ujar Gubernur Sulaiman dalam sambutannya. “Peringkat enam nasional ini membuktikan bahwa kerja keras pemerintah daerah, bersama dukungan masyarakat, telah menghasilkan perubahan positif yang signifikan. Kami bertekad melanjutkan momentum ini dengan program‑program yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” tambahnya.

Prestasi peringkat keenam ini didukung oleh beberapa inisiatif yang telah dijalankan sejak tahun 2024, antara lain peningkatan fasilitas pengumpulan sampah, penyediaan tempat sampah terpisah di area publik, serta kampanye edukasi lingkungan yang menargetkan sekolah‑sekolah dan komunitas lokal. Data resmi menunjukkan bahwa tingkat pemilahan sampah di Parepare meningkat secara konsisten, meskipun angka pastinya tidak dipublikasikan secara detail dalam rilis tersebut.

Baca juga:

Selain itu, pemerintah kota telah mengoptimalkan jaringan pengangkutan sampah dengan menambah armada truk ramah lingkungan dan mempercepat proses transportasi ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang telah dilengkapi dengan sistem pengolahan sampah organik. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan Gerakan Indonesia Asri untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang.

Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga, Gubernur Sulaiman mengumumkan rencana peluncuran program “Parepare Bersih 2027” yang akan melibatkan pelatihan bagi pengelola sampah informal, serta insentif bagi usaha mikro yang mengadopsi teknologi daur ulang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor pengelolaan limbah.

Baca juga:

Keberhasilan Parepare ini mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi dan pakar lingkungan yang menilai pencapaian tersebut sebagai contoh konkret bahwa kebijakan yang terintegrasi dapat menghasilkan dampak nyata pada kualitas lingkungan perkotaan. Namun, mereka juga menekankan pentingnya kontinuitas dalam monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa peringkat tinggi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Dengan peringkat enam nasional sebagai pijakan, Parepare kini berada pada posisi strategis untuk memperluas skala penerapan Gerakan Indonesia Asri tidak hanya di Sulawesi Selatan, melainkan juga menjadi inspirasi bagi daerah lain. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa “Parepare akan terus melangkah maju, menjadi kota yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga berdaya saing dalam pembangunan berkelanjutan,” menegaskan tekadnya untuk menjadikan kota tersebut sebagai model kebersihan dan kelestarian lingkungan yang dapat ditiru oleh seluruh Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *