Karir & CPNS
Beranda » Berita » Pakarnya UGM Dukung Program Magang Nasional untuk Tingkatkan Peluang Kerja Pencari Kerja

Pakarnya UGM Dukung Program Magang Nasional untuk Tingkatkan Peluang Kerja Pencari Kerja

Pakarnya UGM Dukung Program Magang Nasional untuk Tingkatkan Peluang Kerja Pencari Kerja
Pakarnya UGM Dukung Program Magang Nasional untuk Tingkatkan Peluang Kerja Pencari Kerja

Media Pendidikan – 26 April 2026 | Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjadin Nur Effendi, memberikan dukungan kuat terhadap program magang nasional yang ditujukan bagi pencari kerja. Ia menilai inisiatif tersebut dapat menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan pasar kerja, terutama di tengah tantangan lapangan kerja yang masih terbatas.

Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari manufaktur, layanan publik, hingga teknologi informasi. Dengan format yang terstandardisasi, peserta magang dapat diposisikan pada perusahaan atau institusi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat mereka. Tadjadin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri untuk memastikan kualitas penempatan serta evaluasi hasil magang.

Baca juga:

Pengamat tersebut menambahkan bahwa magang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan. Ia juga menyoroti bahwa pengalaman magang dapat menjadi nilai tambah pada CV, meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan tetap setelah masa magang selesai. “Pengalaman praktis yang diperoleh selama magang sering menjadi faktor penentu dalam proses seleksi kerja,” tambahnya.

Baca juga:

Sejauh ini, program magang nasional telah menarik minat ribuan pencari kerja di seluruh Indonesia. Pemerintah berencana memperluas jangkauan program ke daerah-daerah yang belum terlayani secara optimal, dengan harapan dapat menurunkan tingkat pengangguran secara signifikan. Tadjadin menutup dengan harapan bahwa program ini akan terus disempurnakan melalui evaluasi berkala dan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *