Ekonomi
Beranda » Berita » Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Fokus pada Olahraga Inti di Tengah Kenaikan Saham

Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Fokus pada Olahraga Inti di Tengah Kenaikan Saham

Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Fokus pada Olahraga Inti di Tengah Kenaikan Saham
Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Fokus pada Olahraga Inti di Tengah Kenaikan Saham

Media Pendidikan – 27 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Nike melaporkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.400 karyawan di sejumlah pabrik dan kantor regional sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang menitikberatkan pada lini produk olahraga inti, meski nilai saham perusahaan terus menguat dalam beberapa minggu terakhir.

Langkah tersebut diumumkan dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor pusat Nike di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa keputusan PHK akan dilaksanakan secara bertahap mulai kuartal kedua 2026. Target utama perusahaan adalah memperkuat inovasi dan pemasaran produk sepatu serta apparel yang berfokus pada lari, basket, dan training, yang dianggap sebagai segmen paling menguntungkan.

Baca juga:

Latar Belakang dan Alasan Strategis

Pada awal tahun ini, saham Nike mengalami kenaikan sekitar 12 persen, dipicu oleh laporan keuangan kuartal pertama yang menunjukkan pertumbuhan penjualan daring sebesar 18 persen. Namun, eksekutif senior mengakui bahwa pertumbuhan tersebut belum cukup mengimbangi beban biaya operasional yang tinggi, terutama pada jaringan produksi global yang meliputi lebih dari 30 pabrik di Asia dan Amerika Latin.

“Kami akan tetap fokus pada inovasi produk inti dan efisiensi operasional,” ujar seorang eksekutif senior Nike dalam wawancara internal, menegaskan bahwa PHK ini bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan restrukturisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan digital dan pengalaman belanja langsung dari merek.

Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen tenaga kerja di fasilitas produksi berlokasi di Vietnam, Indonesia, dan Tiongkok. Dari total 1.400 karyawan yang terdampak, sekitar 800 berada di pabrik, sementara sisanya merupakan staf pendukung di kantor regional.

Baca juga:

Dampak terhadap Pasar Tenaga Kerja dan Ekonomi Lokal

Pengumuman ini memicu keprihatinan di kalangan serikat pekerja dan pemerintah Indonesia, mengingat Nike merupakan salah satu eksportir utama produk olahraga di negara ini. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk memastikan proses PHK berjalan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan, termasuk pemberian pesangon dan pelatihan kembali bagi yang terdampak.

Strategi Pertumbuhan Selanjutnya

Selain mengurangi jumlah karyawan, Nike juga mengumumkan investasi tambahan sebesar US$ 250 juta dalam riset dan pengembangan produk berkelanjutan, termasuk penggunaan bahan daur ulang dan teknologi produksi yang mengurangi jejak karbon. Perusahaan menargetkan peningkatan margin laba bersih menjadi 12,5 persen pada akhir 2027.

Dengan fokus pada lini olahraga inti, Nike berharap dapat memperkuat posisinya melawan kompetitor utama seperti Adidas dan Puma, yang juga tengah memperluas portofolio digital mereka. Analisis pasar menunjukkan bahwa konsumen milenial dan Gen Z semakin mengutamakan produk yang menggabungkan performa tinggi dengan nilai-nilai keberlanjutan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, keputusan Nike pangkas karyawan menandai titik balik dalam strategi korporasi yang beralih dari ekspansi produksi massal ke pendekatan yang lebih terfokus dan inovatif. Meskipun ada konsekuensi sosial yang signifikan, perusahaan menilai langkah ini diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang dalam iklim kompetitif yang semakin dinamis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *