Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, merupakan tempat wisata yang unik dan edukatif. Berbagai koleksi barang pribadi Marsinah, seorang buruh perempuan yang dikenal karena keberaniannya melawan ketidakadilan, dipamerkan di museum tersebut. Ruangan sederhana yang pernah dihuni Marsinah sekarang menjadi bagian dari museum.
Presiden Prabowo Subianto pernah mengunjungi museum ini dan merasakan kesederhanaan ruangan yang menghadirkan jejak kehidupan buruh yang penuh keterbatasan. Presiden Prihatin setelah melihat langsung kisah hidup dan perjuangan Marsinah di museum tersebut.
Marsinah bekerja di pabrik arloji di Sidoarjo semasa hidupnya sebagai buruh pabrik. Setiap hari, ia mengayuh sepeda menuju tempat kerja sejak pagi. Rekan-rekan mengenal Marsinah sebagai perempuan pemberani yang membela hak-hak buruh pabrik.
Seluruh biaya pembangunan museum dan rumah singgah dibangun hanya dalam waktu empat bulan oleh para buruh. Rumah singgah itu juga menjadi lokasi makam Marsinah yang terbuka bagi masyarakat umum. Pengunjung dapat datang berziarah tanpa dikenakan biaya masuk.
Museum dan rumah singgah itu dibangun dengan biaya yang berasal dari iuran anggota tanpa menggunakan dana APBN. Hal ini menunjukkan bahwa para buruh sangat peduli dengan kehidupan Marsinah dan keberaniannya dalam melawan ketidakadilan.
Marsinah memperjuangkan uang lembur dan jaminan kesehatan bagi buruh pabrik. Pemikirannya maju untuk ukuran buruh masa itu. Beliau aktif memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui jalur perundingan dan dialog.


Komentar