Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jumat, 13 April 2026 – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa Muktamar PBNU tahun 2026 kemungkinan besar akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang. Pengumuman tersebut menandai langkah awal persiapan kongres terbesar umat Islam Indonesia yang biasanya menjadi ajang penetapan kebijakan strategis serta pemilihan kepengurusan tertinggi.
Saifullah Yusuf menegaskan bahwa keputusan penetapan bulan Agustus masih bersifat provisional dan akan dikukuhkan setelah koordinasi dengan Dewan Pertimbangan Muktamar (DPM) serta konstituen wilayah. “Muktamar PBNU 2026 kemungkinan besar akan digelar pada Agustus mendatang,” ujar Sekjen PBNU dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kantor Pusat PBNU, Jakarta.
Meski tanggal pasti belum ditetapkan, persiapan internal telah memasuki tahap awal. Tim sekretariat telah membentuk kelompok kerja khusus untuk menyusun kerangka kerja teknis, termasuk pemilihan lokasi, akomodasi delegasi, serta agenda acara. Namun, daftar panitia inti yang akan mengelola pelaksanaan Muktamar belum diumumkan secara resmi. “Kami masih menyelesaikan proses seleksi anggota panitia yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai,” tambah Saifullah Yusuf.
Berikut merupakan poin-poin penting yang menjadi fokus persiapan Muktamar 2026:
- Penetapan tanggal dan lokasi final pada kuartal ketiga 2026.
- Pembentukan panitia teknis yang meliputi ketua, wakil ketua, serta koordinator bidang logistik, keuangan, dan komunikasi.
- Pengumpulan dan verifikasi data delegasi dari 31 provinsi serta wilayah administratif lainnya.
- Penyusunan agenda yang mencakup sidang pleno, rapat kerja, serta sesi dialog lintas generasi.
Pengumuman resmi mengenai susunan panitia dan rincian teknis diharapkan akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan melalui situs resmi PBNU dan media massa. Hal ini penting untuk memberikan kepastian bagi ribuan peserta yang akan hadir, termasuk tokoh agama, akademisi, serta perwakilan organisasi sosial. Muktamar PBNU 2026 diproyeksikan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam konteks kebangsaan serta menanggapi tantangan sosial‑ekonomi yang sedang berlangsung di Indonesia.


Komentar