Media Pendidikan – 03 Juni 2026 | Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, mendorong penerapan pertahanan pesisir hibrida untuk mengatasi banjir rob di Pantai Utara Jawa Tengah. Pertahanan hibrida ini mengkombinasikan infrastruktur fisik seperti tanggul raksasa, pompa, dan polder dengan pendekatan berbasis ekosistem melalui perlindungan estuari, pengendalian air tanah, penataan ruang ketat, serta restorasi mangrove.
Menteri Jumhur menekankan pentingnya mangrove sebagai proteksi alamiah. “Hutan mangrove dapat menurunkan tinggi gelombang 13–66% dalam jarak 100 meter. Juga sekaligus memulihkan habitat ikan dan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
Infrastruktur beton seperti tanggul laut raksasa bukanlah solusi tunggal. Menteri Jumhur mengingatkan bahwa ekstraksi air tanah secara masif, pelanggaran tata ruang, dan kerusakan ekosistem pesisir harus dikendalikan.
Akar masalah krisis pesisir bukan hanya laut yang naik, tetapi daratan yang turun. Kenaikan muka laut sekitar 2,1 mm per tahun, sementara penurunan muka tanah di Semarang–Demak dapat mencapai 0,010–0,150 meter per tahun.


Komentar