Pendidikan
Beranda » Berita » Mengapa Soal TKA Panjang-panjang? Penjelasan Resmi Wamendikdasmen

Mengapa Soal TKA Panjang-panjang? Penjelasan Resmi Wamendikdasmen

Mengapa Soal TKA Panjang-panjang? Penjelasan Resmi Wamendikdasmen
Mengapa Soal TKA Panjang-panjang? Penjelasan Resmi Wamendikdasmen

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikdasmen) baru-baru ini memberikan klarifikasi mengenai panjangnya soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menuai protes dari kalangan pendidik. Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa desain soal TKA disesuaikan dengan standar pertanyaan Programme for International Student Assessment (PISA) guna menilai kompetensi siswa secara lebih komprehensif.

Sejak diumumkannya jadwal ujian masuk perguruan tinggi, sejumlah guru dan orang tua mengeluhkan bahwa soal TKA terasa lebih panjang dan rumit dibandingkan ujian sebelumnya. Kritik ini muncul bersamaan dengan upaya pemerintah memperkenalkan format soal yang menekankan pada pemecahan masalah dan penerapan konsep, alih-alih sekadar menguji hafalan.

Baca juga:

Desain Pertanyaan Berdasarkan PISA

Dalam penjelasannya, Wamendikdasmen menyatakan, “Soal TKA dirancang sesuai desain pertanyaan PISA“. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, serta aplikasi pengetahuan dalam situasi nyata. PISA, yang dilaksanakan di lebih dari 70 negara, dikenal menilai tiga domain utama: membaca, matematika, dan sains, dengan fokus pada kompetensi literasi dan pemecahan masalah.

Penyesuaian tersebut juga selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi. Dalam praktiknya, guru diminta untuk melatih siswa melalui latihan soal yang meniru format PISA, sehingga ketika menghadapi TKA, mereka sudah terbiasa dengan jenis pertanyaan yang menuntut analisis mendalam.

Baca juga:

Implikasi langsung bagi peserta ujian adalah perlunya strategi belajar yang lebih terarah. Alih-alih fokus pada menghafal materi, siswa disarankan mengembangkan kemampuan membaca kritis, menginterpretasikan data, serta menghubungkan konsep antar mata pelajaran. Sekolah-sekolah pun diharapkan meningkatkan program bimbingan belajar yang menekankan pada pemecahan soal berlapis.

Secara keseluruhan, penjelasan Wamendikdasmen menegaskan bahwa panjangnya soal TKA merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas evaluasi kompetensi akademik. Meskipun tantangan awal terasa berat, diharapkan perubahan ini akan menghasilkan lulusan yang lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *