Media Pendidikan – 12 April 2026 | Yogyakarta, 12 April 2026 – Perusahaan rintisan teknologi pendidikan Skolla Education resmi menandatangani kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemenag DIY). Kesepakatan ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi, khususnya dalam rangka mempercepat transformasi pembelajaran di madrasah-madrasah wilayah tersebut.
Kerja sama ini diumumkan dalam sebuah acara yang dihadiri pejabat Kemenag DIY, perwakilan Skolla Education, serta tokoh-tokoh pendidikan setempat. Dalam sambutannya, Direktur Skolla Education menegaskan, “Kerjasama ini akan mempercepat digitalisasi madrasah di DIY dan memberikan akses belajar yang lebih interaktif bagi santri.” Ia menambahkan bahwa platform yang dikembangkan Skolla akan diintegrasikan dengan kurikulum madrasah, sehingga proses belajar mengajar dapat dimodernisasi tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional.
Langkah Strategis Kemitraan
Beberapa langkah utama yang direncanakan meliputi penyediaan perangkat keras seperti tablet dan server lokal untuk madrasah, pelatihan guru dalam penggunaan aplikasi pembelajaran digital, serta pengembangan konten pembelajaran yang disesuaikan dengan standar kompetensi madrasah. Skolla Education juga akan menyediakan modul evaluasi berbasis data untuk memantau kemajuan belajar siswa secara real time.
Kemenag DIY menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui inovasi teknologi. Sekretaris Kemenag DIY menyatakan, “Dengan dukungan Skolla Education, kami berharap madrasah dapat mengoptimalkan potensi digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan menyiapkan generasi yang siap bersaing di era digital.”
Implementasi program diproyeksikan dimulai pada kuartal kedua 2026 dan akan mencakup lebih dari seratus madrasah di seluruh provinsi. Setiap madrasah akan mendapatkan paket perangkat serta akses ke portal pembelajaran terintegrasi, yang memungkinkan guru mengunggah materi, memberi tugas, serta melakukan penilaian secara daring.
Selain itu, Skolla Education berencana mengadakan serangkaian workshop bagi para pendidik madrasah, dengan fokus pada pedagogi digital, manajemen kelas virtual, dan keamanan siber. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, sekaligus menjaga privasi data siswa.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pihak swasta lain yang ingin berkontribusi pada ekosistem pendidikan berbasis teknologi di Yogyakarta. Menurut data internal Kemenag DIY, lebih dari 70% madrasah di wilayah tersebut masih mengandalkan metode konvensional, sehingga inisiatif ini menjadi langkah signifikan untuk mengurangi kesenjangan digital.
Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan sektor teknologi, diharapkan transformasi digital madrasah akan menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti bahwa sinergi antara inovasi teknologi dan kebijakan pendidikan dapat menghasilkan dampak positif yang luas bagi generasi mendatang.


Komentar