Daerah
Beranda » Berita » Mendagri Tito Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tekankan Pentingnya Perencanaan Matang

Mendagri Tito Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tekankan Pentingnya Perencanaan Matang

Mendagri Tito Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tekankan Pentingnya Perencanaan Matang
Mendagri Tito Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tekankan Pentingnya Perencanaan Matang

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka Musrenbang (Musyawarah Perencanaan) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Sumatera Utara pada hari ini. Acara yang berlangsung di gedung pertemuan resmi Sumut ini dihadiri oleh sekitar 300 perwakilan dari semua kabupaten dan kota di provinsi, sekaligus tokoh-tokoh pemerintahan serta unsur masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Tito menegaskan bahwa penyusunan RKPD harus didasarkan pada perencanaan yang sangat matang. “Perencanaan yang matang adalah kunci keberhasilan RKPD,” ujar Tito. Ia menambahkan bahwa tanpa dasar perencanaan yang kuat, program-program pembangunan daerah berisiko tidak efektif dan tidak tepat sasaran.

Baca juga:

Musrenbang RKPD Sumut merupakan forum strategis di mana pemerintah provinsi dan daerah menyusun prioritas pembangunan jangka menengah. Proses ini mencakup identifikasi kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, serta program sosial ekonomi yang akan dijalankan selama empat tahun ke depan. Tito menekankan pentingnya sinergi antar level pemerintahan agar alokasi anggaran dapat mengoptimalkan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:

Selain menekankan pentingnya perencanaan, Tito juga mengingatkan para peserta Musrenbang untuk memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. “Setiap proyek harus mempertimbangkan dampak ekologis, sehingga pembangunan tidak mengorbankan kelestarian alam Sumatera Utara,” tegasnya. Ia mengajak semua pihak untuk mengintegrasikan prinsip green development dalam setiap rencana aksi.

Baca juga:

Acara Musrenbang RKPD Sumut ditutup dengan harapan bahwa hasil diskusi akan menghasilkan dokumen RKPD yang komprehensif dan dapat diimplementasikan secara efektif. Tito berharap proses ini menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menyusun perencanaan daerah yang berbasis data, partisipatif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *