Nasional
Beranda » Berita » Ketua FKBI Tulus Abadi Apresiasi Delapan Program Quick Wins BPJS Kesehatan dalam 100 Hari

Ketua FKBI Tulus Abadi Apresiasi Delapan Program Quick Wins BPJS Kesehatan dalam 100 Hari

Ketua FKBI Tulus Abadi Apresiasi Delapan Program Quick Wins BPJS Kesehatan dalam 100 Hari
Ketua FKBI Tulus Abadi Apresiasi Delapan Program Quick Wins BPJS Kesehatan dalam 100 Hari

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyatakan dukungan kuatnya terhadap peluncuran delapan program strategis yang dijuluki “Quick Wins” oleh Direksi BPJS Kesehatan. Inisiatif ini dirancang untuk diselesaikan dalam kurun waktu 100 hari kerja, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program Quick Wins menitikberatkan pada pendekatan berpusat pada pengguna (customer centric) serta kolaborasi lintas sektor. Menurut Tulus, langkah ini “sangat bagus dan positif, karena menjadikan masyarakat sebagai basis utama dalam inovasi”. Ia menilai kebijakan terbaru BPJS Kesehatan sudah mulai menjawab kebutuhan peserta, terutama melalui kemudahan layanan digital.

Baca juga:

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, memperkenalkan target kerja tersebut pada 15 April 2026. Ia menegaskan bahwa strategi organisasi akan memusatkan diri pada sentralitas pengguna dan memperluas jangkauan layanan melalui sinergi dengan pemangku kepentingan nasional. “Program Customer Centric kami dikembangkan untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN, sementara Program Collaborative memperluas layanan terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu inovasi konkret adalah sistem pendaftaran digital yang dikelola melalui kanal percakapan, kini beroperasi 24 jam penuh. Direktur Kepesertaan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa layanan prioritas dijamin dapat direspons dalam waktu kurang dari lima menit oleh petugas Pandawa. “Kami menjamin standar layanan cepat kurang dari 5 menit untuk kepesertaan JKN,” kata Akmal.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menanggapi positif transformasi digital ini. Ia menekankan pentingnya mengurangi inefisiensi birokrasi agar hak dasar kesehatan dapat terpenuhi secara cepat dan tanpa diskriminasi. “Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state, di mana layanan publik bergerak dari reaktif menjadi proaktif,” ujar Meutya.

Baca juga:

Tulus Abadi juga menekankan perlunya penguatan kerja sama antarinstansi pemerintah untuk edukasi masif mengenai tata cara pengaktifan kembali peserta, khususnya Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Ia mengajak Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan untuk bersama‑sama meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas dan fungsi masing‑masing lembaga.

Selain itu, Tulus mengingatkan rumah sakit untuk memanusiawikan pelayanan peserta BPJS Kesehatan, memperbaiki infrastruktur, sumber daya manusia, dan proses bisnis. Ia menilai hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat keluhan peserta yang sering muncul terkait akses layanan.

Momentum Hari Konsumen Nasional pada 20 April mendatang dipandang sebagai kesempatan strategis bagi BPJS Kesehatan untuk lebih sering “menyapa” peserta dalam rangka memperkuat ikatan emosional. Tulus berharap perayaan tersebut dapat menjadi ajang edukasi dan promosi layanan inovatif seperti Pandawa 24 jam.

Baca juga:

Dengan rangkaian program yang terintegrasi, BPJS Kesehatan menargetkan peningkatan kepuasan peserta serta percepatan penyelesaian permasalahan administratif. Jika semua program Quick Wins berhasil diselesaikan dalam 100 hari, diharapkan akan tercipta layanan kesehatan yang lebih responsif, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh warga Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *