Media Pendidikan – 11 Mei 2026 | Kabar duka datang dari dunia kuliner Tanah Air. Sosok di balik lahirnya nasi jinggo khas Bali, Ni Ketut Ngasti atau yang karib disapa Men Djenggo, meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan oleh sang putra, chef Henry Alexie Bloem, melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahan itu, pria yang pernah menjabat sebagai President Indonesia Chef Association (ICA) tersebut juga membagikan foto bersama sang ibunda sekaligus pesan perpisahan yang menyentuh. “Selamat jalan Meme, berbahagialah di sana. Karyamu akan selalu dicari dan dikenang, Men Djenggo, pencipta nasi djenggo,” tulis Chef Henry.
Tak hanya itu, Chef Henry juga mengungkap kisah menarik di balik nama nasi jinggo yang kini begitu populer. Ternyata, nama nasi jinggo berasal dari panggilan kecil dirinya sendiri, yakni Jenggo. Nama yang mulai dikenal pada masa film-film laga populer pada zamannya.
Sebelum prosesi ngaben dilaksanakan pada Selasa (12/5), keluarga lebih dulu menggelar upacara Otonan terakhir untuk mendiang pada Minggu (11/5). Dalam tradisi Hindu Bali, Otonan merupakan upacara peringatan hari kelahiran yang dilakukan setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali atau wuku.
Nama nasi jinggo sendiri memang sudah begitu melekat sebagai salah satu kuliner khas Bali yang mudah ditemui. Sekilas, tampilannya memang mirip nasi kucing khas Yogyakarta karena dibungkus dalam ukuran kecil menggunakan daun pisang.
Meski porsinya mungil, isi nasi jinggo terbilang cukup lengkap. Dalam satu bungkus biasanya terdapat nasi putih seukuran kepalan tangan yang disajikan bersama ayam suwir, sambal goreng tempe, serundeng, dan sambal pedas khas Bali.


Komentar