Pendidikan
Beranda » Berita » Membangun Relasi yang Sehat antara Orang Tua dan Sekolah

Membangun Relasi yang Sehat antara Orang Tua dan Sekolah

Membangun Relasi yang Sehat antara Orang Tua dan Sekolah
Membangun Relasi yang Sehat antara Orang Tua dan Sekolah

Media Pendidikan – 25 Mei 2026 | Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah merupakan elemen krusial dalam mendidik anak. Namun, sering kali batasan menjadi kabur antara partisipasi yang mendukung dan intervensi yang justru merusak profesionalisme sekolah.

Untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang optimal, perlu pemahaman mendalam mengenai koridor keterlibatan yang sehat, yang didasarkan pada prinsip kemitraan, penghormatan terhadap profesionalisme guru, dan pembagian peran yang jelas antara orang tua dan guru atau sekolah.

Baca juga:

Keterlibatan orang tua yang sehat harus didasarkan pada prinsip relasi yang setara dan saling menghargai antara pihak sekolah dan orang tua. Hubungan ini tidak boleh bersifat transaksional atau didasari oleh relasi kuasa.

Orang tua dan sekolah harus berada dalam satu bingkai konvensi bersama untuk mencapai tujuan besar pendidikan, yaitu menuntun anak menjadi pribadi dewasa yang merdeka, otonom, dan mampu membuat keputusan moral secara mandiri.

Baca juga:

Secara ideal, koridor keterlibatan orang tua diarahkan pada aspek manajemen dan tata kelola sekolah, bukan pada wilayah teknis pedagogis yang merupakan ranah profesional guru.

Relasi yang sehat juga melibatkan peran aktif sekolah dalam menjalankan fungsi parenting bagi orang tua murid. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menularkan pengetahuan pedagogis kepada orang tua agar mereka memahami cara mendidik anak dengan benar.

Baca juga:

Keterlibatan orang tua yang sehat di sekolah seharusnya merupakan keterlibatan yang memberdayakan, bukan mendominasi. Batasannya terletak pada dukungan, masukan, dan kritik sembari memberikan kepercayaan penuh kepada guru untuk menjalankan fungsi pedagogisnya.

Dengan menjaga komunikasi personal yang sehat maupun komunikasi melalui komite sekolah, kita bisa menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat untuk anak bertumbuh dan berkembang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *