Gaya Hidup
Beranda » Berita » Mak Netty, Wanita 50-an Jadi Driver Ojol, Cerminan Kartini Masa Kini

Mak Netty, Wanita 50-an Jadi Driver Ojol, Cerminan Kartini Masa Kini

Mak Netty, Wanita 50-an Jadi Driver Ojol, Cerminan Kartini Masa Kini
Mak Netty, Wanita 50-an Jadi Driver Ojol, Cerminan Kartini Masa Kini

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta, 21 April 2024 – Pada peringatan Hari Kartini, kisah seorang perempuan berusia lebih dari lima puluh tahun yang beralih menjadi driver ojek online (ojol) menjadi sorotan media. Mak Netty, warga Jakarta Selatan, memutuskan menempuh jalur tersebut demi menghidupi keluarganya setelah pensiun dini dari pekerjaan sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil setelah ia menyaksikan penurunan pendapatan rumah tangga dan kebutuhan biaya pendidikan anak-anaknya yang masih menengah. Tanpa ragu, ia mendaftar pada platform ojol ternama, mengurus dokumen, dan membeli motor bekas yang dipersiapkan secara ekonomis. Meskipun mengemudi di jalan‑jalan yang padat, ia tetap menekankan pentingnya keselamatan dan pelayanan ramah kepada penumpang.

Baca juga:

“Saya tidak ingin menjadi beban, jadi saya pilih jadi driver ojol,” ujar Mak Netty dalam wawancara eksklusif. Ia menambahkan bahwa pengalaman mengemudi memberikan rasa kebebasan dan kemandirian yang selama ini tidak ia rasakan. Setiap hari, ia melayani rata‑rata 20‑30 penumpang, menavigasi berbagai zona kota, dan mengatur waktunya secara fleksibel sehingga dapat tetap mengurus urusan rumah.

Baca juga:

Keberanian Mak Netty menginspirasi banyak wanita di usianya, mengingat statistik terbaru menunjukkan peningkatan signifikan partisipasi perempuan dalam sektor transportasi tidak resmi. Di kota metropolitan, sejumlah besar driver ojol berusia 50‑an kini menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama, menegaskan perubahan paradigma peran gender dalam ekonomi modern. Cerita ini juga mempertegas makna Hari Kartini sebagai momentum penghargaan terhadap perempuan yang terus berjuang melampaui batasan tradisional.

Baca juga:

Melalui langkahnya, Mak Netty tidak hanya menafaskan diri dari stigma usia, namun juga menegaskan bahwa semangat Kartini modern tetap hidup lewat aksi nyata. Dengan tekad kuat, ia berharap dapat menjadi contoh bagi generasi selanjutnya, bahwa usia bukanlah halangan untuk berkontribusi aktif dalam masyarakat. Perjalanan kariernya yang kini berlanjut di jalan‑jalan kota menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan dapat melintasi batas usia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *