Daerah
Beranda » Berita » Lokomotif KA Probowangi di Banyuwangi Tiba-Tiba Memuntahkan Percikan Api, KAI Daop 9 Jember Beri Klarifikasi Resmi

Lokomotif KA Probowangi di Banyuwangi Tiba-Tiba Memuntahkan Percikan Api, KAI Daop 9 Jember Beri Klarifikasi Resmi

Lokomotif KA Probowangi di Banyuwangi Tiba-Tiba Memuntahkan Percikan Api, KAI Daop 9 Jember Beri Klarifikasi Resmi
Lokomotif KA Probowangi di Banyuwangi Tiba-Tiba Memuntahkan Percikan Api, KAI Daop 9 Jember Beri Klarifikasi Resmi

Media Pendidikan – 04 April 2026 | Penumpang dan warga sekitar Stasiun Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin malam (30 Maret) menyaksikan pemandangan yang tidak biasa: sebuah lokomotif kereta api mengeluarkan percikan api ketika sedang berusaha melaju. Insiden yang terekam kamera itu segera menyebar di media sosial, memicu kehebohan dan pertanyaan mengenai keamanan operasional kereta api di wilayah tersebut.

Video yang beredar menunjukkan roda lokomotif berwarna vintage mengeluarkan percikan api berwarna keemasan, diikuti oleh gerakan kereta yang tampak berusaha maju namun malah berbalik arah sebentar sebelum kembali melaju. Meski tampak dramatis, kereta tidak mengalami kerusakan berat dan tidak ada laporan penumpang yang terluka.

Baca juga:

Menanggapi kejadian tersebut, Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Bapak Cahyo Widiantoro, mengonfirmasi bahwa peristiwa memang terjadi pada pukul 18.40 WIB. Menurutnya, kereta yang terlihat dalam video adalah rangkaian KA Probowangi, yang melayani rute antara Probolinggo dan Banyuwangi.

Cahyo menjelaskan bahwa percikan api disebabkan oleh fenomena “slip roda”, yakni roda lokomotif kehilangan cengkeraman pada rel. Kondisi cuaca pada saat itu dilaporkan hujan gerimis dengan jalur rel yang basah, sehingga gesekan antara roda dan rel berkurang. “KA Probowangi mengalami slip roda yang diduga kondisi saat itu gerimis dan jalur rel basah,” ujar Cahyo dalam pernyataan yang diberikan pada Sabtu (4 April).”

Ia menambahkan bahwa meskipun roda mengalami slip, keselamatan penumpang tetap terjaga. “Adapun terhadap perjalanan kereta api, tetap aman dan terkendali. Masinis dan asisten masinis melakukan taktik pelayanan guna mengoptimalkan daya gesek kereta dengan jalur sehingga kereta api dapat kembali melaju dengan aman dan kecepatan normal,” jelasnya.

Langkah-langkah yang diambil oleh masinis meliputi penyesuaian tekanan rem, perubahan posisi throttle, serta pemanfaatan teknik pengereman dinamis untuk meningkatkan traksi. Tim operasional di Daop 9 Jember juga melakukan inspeksi jalur secara menyeluruh setelah insiden, memastikan tidak ada kerusakan struktural pada rel yang dapat memperparah situasi.

Baca juga:

Selain penjelasan teknis, KAI menegaskan komitmen untuk menjamin keselamatan dan keamanan dalam setiap perjalanan. “Kami berkomitmen untuk menjamin keselamatan dan keamanan dalam perjalanan kereta api. KAI Daop 9 Jember terus melakukan evaluasi serta inovasi yang berkelanjutan untuk menjamin dan meningkatkan mutu layanan dan keselamatan, guna menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman,” tegas Cahyo.

Insiden slip roda bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam operasional kereta api. Faktor-faktor seperti cuaca basah, debu, atau kotoran pada rel dapat mengurangi koefisien gesekan, khususnya pada lokomotif dengan roda berdiameter besar. KAI secara rutin melakukan perawatan rel, termasuk pembersihan, pelumasan, dan penggantian komponen yang aus, untuk meminimalkan risiko serupa.

Berikut beberapa langkah preventif yang biasanya diterapkan oleh KAI dalam menghadapi kondisi cuaca basah:

  • Penjadwalan inspeksi rel tambahan pada sore hingga malam hari ketika curah hujan meningkat.
  • Peningkatan frekuensi pelatihan masinis dalam teknik traksi dan manuver darurat.
  • Penggunaan bahan anti selip pada permukaan rel di daerah rawan basah.
  • Monitoring real-time kondisi rel melalui sensor suhu dan kelembaban yang terintegrasi dengan pusat kontrol.

Penggunaan lokomotif vintage pada rute tertentu, termasuk KA Probowangi, memang menambah nilai historis dan estetika bagi penumpang. Namun, hal ini juga menuntut perhatian ekstra pada pemeliharaan, mengingat usia dan teknologi yang lebih tua dibandingkan dengan lokomotif modern.

Baca juga:

Sejumlah pakar transportasi menilai bahwa insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua operator kereta api di Indonesia untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan respons cepat terhadap perubahan kondisi lapangan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara manajemen, teknisi, dan masinis dalam mengidentifikasi potensi bahaya sebelum terjadi kecelakaan.

Dengan respons cepat dan transparansi informasi yang diberikan oleh KAI Daop 9 Jember, kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Jawa Timur tetap terjaga. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan perjalanan mereka kepada operator yang telah menunjukkan kesiapan dalam menangani situasi tak terduga.

Secara keseluruhan, insiden percikan api pada lokomotif KA Probowangi di Banyuwangi merupakan contoh dinamika operasional kereta api di tengah kondisi cuaca yang menantang. KAI telah menanggapi dengan penjelasan teknis yang jelas serta langkah-langkah mitigasi yang tepat, menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap keselamatan penumpang dan integritas infrastruktur rel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *