Ekonomi
Beranda » Berita » Kurs Rupiah Hari Ini Loyo, Naik Tipis 0,03% ke Rp17.280 per USD

Kurs Rupiah Hari Ini Loyo, Naik Tipis 0,03% ke Rp17.280 per USD

Kurs Rupiah Hari Ini Loyo, Naik Tipis 0,03% ke Rp17.280 per USD
Kurs Rupiah Hari Ini Loyo, Naik Tipis 0,03% ke Rp17.280 per USD

Media Pendidikan – 24 April 2026 | JAKARTA, Jumat pagi – Kurs Rupiah hari ini tetap berada di zona lemah meski mencatat kenaikan tipis sebesar 6 poin atau 0,03 persen, menutup pada level Rp17.280 per USD. Penguatan tersebut terjadi setelah penutupan sebelumnya di Rp17.286 per USD, menandakan pergerakan yang sangat marginal di pasar valuta asing.

Data yang dirilis oleh JPNN.com menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar tersebut merupakan salah satu yang paling kecil dalam minggu ini. Kenaikan 6 poin tidak cukup untuk mengubah persepsi pasar yang masih menilai rupiah berada di bawah tekanan, terutama mengingat fluktuasi dolar AS yang masih cukup kuat pada sesi perdagangan global.

Baca juga:

Para pelaku pasar mencatat bahwa pergerakan sempit ini mencerminkan ketidakseimbangan antara permintaan domestik dan aliran modal asing. Meskipun ada sedikit perbaikan, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat dan volatilitas komoditas masih menjadi beban utama bagi mata uang lokal.

“Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi menguat 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 17.280 per USD,” ujar juru bicara pasar valuta asing yang mengutip data resmi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan memang terjadi, namun skalanya terlalu kecil untuk dianggap sebagai tren pemulihan yang signifikan.

Baca juga:

Angka-angka tersebut menyoroti betapa sempitnya ruang gerak rupiah dalam menghadapi dinamika pasar internasional. Dari penutupan sebelumnya di Rp17.286 per USD, selisih 6 poin hanya menggerakkan nilai tukar sebesar Rp6 per dolar. Dalam konteks perdagangan harian, pergerakan sebesar ini tidak memberi dampak material bagi importir maupun eksportir, namun tetap menjadi indikator penting bagi bank sentral dalam menilai kebijakan moneter ke depan.

Ke depan, para analis memperkirakan bahwa kurs rupiah akan terus dipantau secara ketat, terutama bila ada perubahan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat atau perkembangan geopolitik yang dapat memicu arus modal. Meskipun hari ini menunjukkan kenaikan tipis, tekanan pada mata uang tetap tinggi, menuntut kebijakan yang hati-hati dari otoritas moneter.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *