Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Salah satu terdakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait proses sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengajukan diri untuk menjadi saksi mahkota. Pengajuan ini diajukan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta pada hari Selasa, menyusul penyelidikan yang masih berlangsung.
Kasus ini bermula dari laporan yang menyatakan adanya praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3, sebuah mekanisme penting bagi perusahaan guna memenuhi standar keselamatan kerja. Penyelidikan mengidentifikasi sejumlah pejabat internal Kemnaker sebagai tersangka, termasuk seorang koordinator bidang kelembagaan dan personel K3 yang menjabat periode 2022‑2025.
Pejabat yang mengajukan permohonan tersebut adalah Irvian Bobby Mahendro, yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 sejak tahun 2022 hingga 2025. Irvian, yang sebelumnya terlibat dalam proses pengawasan sertifikasi, menyatakan kesediaannya untuk membantu penyidikan dengan memberikan keterangan sebagai saksi mahkota. “Saya bersedia membantu penyidikan sebagai saksi mahkota,” ujar Irvian dalam pernyataan tertulis kepada kejaksaan.
Pihak kejaksaan menyatakan bahwa permohonan tersebut akan dipertimbangkan secara cermat, mengingat peran saksi mahkota dapat mempercepat pengungkapan fakta-fakta penting dalam kasus korupsi atau pemerasan. Jaksa Penuntut Umum menegaskan bahwa kehadiran saksi mahkota harus dibarengi dengan jaminan perlindungan hukum dan imbalan yang sesuai, sesuai dengan Undang‑Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Jika permohonan Irvian diterima, ia akan memperoleh status saksi mahkota yang memungkinkan penggunaan kesaksian untuk mengungkap jaringan pemerasan yang lebih luas di dalam unit K3 Kemnaker. Hal ini dapat berimplikasi pada penurunan hukuman bagi terdakwa lain yang memberikan keterangan yang membantu proses hukum, sekaligus memperkuat upaya pembersihan birokrasi di kementerian tersebut.
Pengajuan diri sebagai saksi mahkota menandai langkah penting dalam proses hukum yang masih berlangsung. Pengadilan diperkirakan akan memutuskan status saksi mahkota dalam beberapa minggu ke depan, sementara penyelidikan tetap berfokus pada pengumpulan bukti tambahan. Masyarakat dan kalangan profesional K3 menantikan hasil akhir sebagai indikator komitmen pemerintah dalam memberantas praktik korupsi di bidang ketenagakerjaan.


Komentar