Media Pendidikan – 16 April 2026 | Bandung, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan resmi terkait rencana revitalisasi halaman ikonik Gedung Sate. Menurut pernyataan yang disampaikan di kantor gubernur, proyek tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp15 miliar.
Revitalisasi Gedung Sate menjadi sorotan publik setelah muncul pertanyaan mengenai besarnya anggaran. Gubernur Dedi menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan penting. “Kami membuka suara untuk menjelaskan alasan merevitalisasi halaman Gedung Sate, mengingat peran simbolik dan fungsi publiknya,” ujar Dedi Mulyadi dalam konferensi pers singkat.
Pemerintah provinsi menilai bahwa halaman Gedung Sate yang selama ini mengalami penurunan kualitas harus diperbaiki agar tetap layak sebagai ruang terbuka hijau, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pegawai. Selain itu, perbaikan diproyeksikan dapat memperpanjang usia bangunan bersejarah tersebut, yang menjadi landmark kota Bandung sejak era kolonial.
Anggaran sebesar Rp15 miliar lebih mencakup pekerjaan pemulihan struktur, penanaman kembali vegetasi, serta penataan fasilitas pendukung seperti tempat duduk dan pencahayaan. Pemerintah menjanjikan bahwa seluruh dana akan dikelola secara transparan, dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Keuangan dan Lembaga Akuntabilitas.
Proyek ini dijadwalkan dimulai pada kuartal berikutnya dan diperkirakan selesai dalam waktu satu tahun. Selama masa konstruksi, akses ke area tertentu akan dibatasi, namun pihak terkait berkomitmen untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas harian di sekitar Gedung Sate.
Reaksi masyarakat terbagi. Sebagian mengapresiasi upaya pelestarian, sementara yang lain menyoroti prioritas pengalokasian dana di sektor lain. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya sekadar estetika, melainkan juga upaya meningkatkan nilai historis dan fungsional bangunan bagi generasi mendatang.
Dengan langkah ini, Dedi Mulyadi berharap Gedung Sate kembali menjadi titik fokus kebanggaan warga Bandung sekaligus simbol kemajuan Jawa Barat yang tetap menghormati warisan budaya.


Komentar