Media Pendidikan – 24 Mei 2026 | Komisi V DPR melakukan peninjauan sistem navigasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terkait gangguan sinyal GPS yang berulang-ulang. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga di tengah potensi ancaman teknologi navigasi.
Saadiah menekankan pentingnya investigasi menyeluruh menyangkut hal ini untuk mengetahui sumber gangguan, pola interferensi, hingga wilayah rawan yang berpotensi terdampak. Selain itu, Komisi V DPR juga menyoroti kesiapan AirNav Indonesia untuk menghadapi gangguan navigasi modern, termasuk kesiapan teknologi cadangan.
"Ini bertujuan untuk memastikan langkah antisipatif dalam menjaga kesadaran terhadap situasi ruang udara," kata Saadiah. Ia menekankan perlunya penguatan sistem navigasi non-GPS, peningkatan prosedur keselamatan oleh pilot, dan pembaruan teknologi agar tetap responsif terhadap ancaman interferensi.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, memastikan kesiapan untuk menangani dan mengantisipasi gangguan sinyal GPS atau navigasi pesawat udara. Avirianto juga merekomendasikan untuk mempertahankan infrastruktur navigasi teresterial sebagai lapisan yang saling melengkapi dengan GNSS.


Komentar