Nasional
Beranda » Berita » Komandan KKB Jeki Murib Tewas Ditembak, 18 Sandera PT Freeport Bebas

Komandan KKB Jeki Murib Tewas Ditembak, 18 Sandera PT Freeport Bebas

Komandan KKB Jeki Murib Tewas Ditembak, 18 Sandera PT Freeport Bebas
Komandan KKB Jeki Murib Tewas Ditembak, 18 Sandera PT Freeport Bebas

Media Pendidikan – 28 April 2026 | Komandan Kelompok Khas Bersenjata (KKB) Jeki Murib tewas ditembak pada Jumat malam di daerah Tembagapura, Papua, setelah melakukan penyanderaan terhadap 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270. Insiden ini menandai berakhirnya krisis sandera yang berlangsung selama beberapa hari.

Insiden penyanderaan dimulai pada Senin, 22 April 2026, ketika Jeki Murib dan kelompoknya menyerbu gedung Tower 270 di Distrik Tembagapura dan menahan 18 pekerja tambang. Para sandera berasal dari berbagai departemen, termasuk teknik, administrasi, dan logistik, serta berada di lokasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Baca juga:

Pihak berwenang, termasuk Polri dan TNI, segera mengerahkan satuan khusus untuk menegakkan operasi penyelamatan. Selama proses negosiasi, Jeki Murib menuntut pembebasan beberapa tahanan KKB lainnya serta penarikan pasukan militer dari wilayah tersebut. Namun, upaya mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga operasi militer dilanjutkan pada Jumat, 28 April 2026.

Data resmi menunjukkan bahwa 18 sandera terdiri dari 12 pria dan 6 wanita, berusia antara 25 hingga 48 tahun. PT Freeport melaporkan kerugian materiil sementara operasi keamanan mengakibatkan penutupan sebagian fasilitas tambang selama 24 jam, memengaruhi produksi tembaga sebesar 0,5% dari kapasitas harian.

Baca juga:

Pihak kepolisian membuka penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pendukung Jeki Murib. Sejumlah barang bukti, termasuk senjata ringan, radio komunikasi, dan catatan logistik, berhasil diamankan di lokasi penembakan. Kepala Divisi Intelijen Kriminal menambahkan bahwa kelompok KKB ini diperkirakan memiliki dukungan logistik dari jaringan eksternal di wilayah perbatasan.

PT Freeport mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat keamanan dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan keselamatan seluruh karyawan. “Kami berterima kasih kepada pihak berwenang yang berhasil mengamankan karyawan kami tanpa kecelakaan,” ujar perwakilan perusahaan dalam konferensi pers yang diadakan pada malam hari.

Baca juga:

Ke depan, otoritas Papua berencana meningkatkan patroli keamanan di zona tambang dan memperkuat kerjasama dengan komunitas setempat guna mencegah kemunculan kelompok bersenjata serupa. Pemerintah pusat juga menyiapkan paket bantuan psikologis bagi para sandera yang telah mengalami trauma.

Kasus ini menegaskan kembali tantangan keamanan di wilayah pertambangan Papua, sekaligus menyoroti pentingnya koordinasi cepat antara aparat keamanan dan perusahaan dalam menangani ancaman serupa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *