Pendidikan
Beranda » Berita » Kisah Inspiratif Anak Kembar Lolos SNBP 2026 ke Unair, Pilih Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bersama

Kisah Inspiratif Anak Kembar Lolos SNBP 2026 ke Unair, Pilih Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bersama

Kisah Inspiratif Anak Kembar Lolos SNBP 2026 ke Unair, Pilih Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bersama
Kisah Inspiratif Anak Kembar Lolos SNBP 2026 ke Unair, Pilih Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bersama

Media Pendidikan – 04 April 2026 | Surabaya, 4 April 2026 – Dua saudara kembar, Raka dan Rini, berhasil menembus proses seleksi jalur Seleksi Nasional Bersama Periode (SNBP) 2026 dan diterima di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) dengan jurusan Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Keberhasilan mereka tidak hanya menjadi bukti prestasi akademik, namun juga menambah warna cerita inspiratif tentang semangat bersaing sehat di antara saudara sejiwa.

Raka (19) dan Rini (19) tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Orang tua mereka, Budi Hartono dan Siti Nurhaliza, selalu mendorong kedua anak untuk mengejar impian lewat belajar bahasa asing. “Kami mengajarkan mereka sejak kecil, mulai dari menonton film berbahasa Inggris, membaca buku, hingga berlatih percakapan sehari-hari. Kami percaya kemampuan bahasa menjadi kunci dalam dunia global,” ujar Budi, ayah keduanya.

Baca juga:

Kedua bersaudara menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 3 Surabaya, di mana mereka aktif dalam klub bahasa Inggris dan mengikuti kompetisi debat tingkat provinsi. Pada tahun 2025, mereka berhasil menempati peringkat tiga dan empat dalam lomba debat bahasa Inggris tingkat Jawa Timur, menambah keyakinan bahwa jalur kuliah di bidang bahasa merupakan pilihan tepat.

Persiapan menghadapi SNBP 2026 dimulai sejak akhir 2024. Raka dan Rini mengikuti bimbingan belajar khusus SNBP yang mengintegrasikan materi ujian tulis, tes potensi akademik, serta simulasi wawancara. Meski menempuh jadwal yang padat, mereka tetap menjaga keseimbangan dengan kegiatan ekstra kurikuler, seperti menjadi relawan di program literasi anak-anak kurang mampu di daerah pinggiran Surabaya.

“Kami saling memberi motivasi. Ketika salah satu merasa lelah, yang lain akan mengingatkan kembali tujuan utama kami,” ungkap Rini. Semangat kebersamaan ini terbukti efektif saat mereka mengerjakan soal-soal numerik dan logika yang biasanya menjadi tantangan utama bagi peserta SNBP.

Seleksi SNBP 2026 mengadopsi sistem berbasis komputer dengan tiga tahapan utama: Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Wawancara. Raka dan Rini menempati peringkat 112 dan 118 secara nasional pada TPA, dan masing-masing memperoleh skor di atas 85 pada TKD, nilai yang cukup untuk meloloskan diri ke tahap berikutnya.

Baca juga:

Pada tahap wawancara, kedua kandidat ditanya mengenai motivasi memilih jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, rencana karier, serta pandangan mereka terhadap perkembangan literasi di Indonesia. Raka menekankan keinginannya menjadi penerjemah profesional, sementara Rini bercita‑cita menjadi dosen bahasa Inggris yang dapat menginspirasi generasi muda. Kedua jawaban tersebut mendapat sambutan positif dari panel penguji, yang menilai bahwa mereka memiliki visi jelas dan komitmen tinggi.

Pengumuman hasil akhir SNBP 2026 dirilis pada awal April 2026. Daftar penerima jalur SNBP Unair menampilkan nama Raka dan Rini sebagai dua penerima beasiswa penuh untuk jurusan Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Keputusan ini membuat keluarga Hartono merasa bangga dan bersyukur.

“Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ini bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga hasil kerja keras seluruh keluarga,” kata Budi. Siti, ibu mereka, menambahkan, “Kami berharap mereka dapat memanfaatkan fasilitas kampus, seperti laboratorium bahasa, pusat literasi, dan program pertukaran mahasiswa, untuk mengembangkan diri lebih jauh.”

Keberhasilan Raka dan Rini menjadi contoh nyata bahwa persaingan sehat antar saudara dapat memacu peningkatan prestasi. Di sisi lain, Unair menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi melalui jalur SNBP. Pihak universitas menyatakan, “Kami selalu membuka pintu seleksi yang adil dan transparan, serta mendukung mahasiswa baru dalam mengoptimalkan potensi mereka di bidang akademik dan non‑akademik.”

Baca juga:

Selain menambah deretan alumni yang berprestasi, kedatangan dua anak kembar di satu jurusan juga menimbulkan dinamika positif di lingkungan fakultas. Dosen Pengajar Bahasa Inggris, Dr. Andi Prasetyo, menyampaikan, “Mereka membawa semangat kolaboratif yang kuat. Saya yakin mereka akan saling menginspirasi, sekaligus menjadi contoh bagi teman sekelas dalam hal kerja tim dan disiplin belajar.”

Secara keseluruhan, kisah Raka dan Rini mencerminkan sinergi antara dukungan keluarga, kualitas pendidikan menengah, serta sistem seleksi nasional yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh pemuda Indonesia. Semoga mereka dapat mengukir prestasi lebih tinggi di dunia akademik dan menjadi agen perubahan dalam mengembangkan literasi bahasa Inggris di tanah air.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *