Media Pendidikan – 06 April 2026 | Delegasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama perwakilan resmi Republik Uzbekistan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam sebuah upacara yang berlangsung di Surabaya pada hari Senin kemarin. Kesepakatan ini menitikberatkan pada pengembangan pariwisata religi serta pertukaran budaya antara kedua wilayah, menandai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi kreatif dan spiritual.
Acara penandatanganan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Menteri Pariwisata Uzbekistan, yang mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata negara tersebut. Kedua pihak menyampaikan harapan bahwa kolaborasi ini akan membuka jaringan jalur ziarah baru, khususnya menghubungkan situs-situs bersejarah Islam di Jawa Timur seperti Makam Sunan Ampel, Masjid Al-Munawwir, serta Benteng Suramadu dengan tempat-tempat suci di Uzbekistan seperti Masjid Bukhara dan Kompleks Ziarah Imam Al-Bukhari.
Jawa Timur, yang dikenal sebagai daerah dengan warisan budaya Islam yang kental, berencana memanfaatkan potensi religiusnya untuk menarik wisatawan Muslim dari Asia Tengah. Sementara itu, Uzbekistan, yang tengah mengembangkan sektor pariwisata religinya sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi, melihat Jawa Timur sebagai pintu gerbang strategis ke kawasan Asia Tenggara. Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun paket tur terpadu yang mencakup kunjungan ke situs-situs keagamaan, festival budaya, serta program edukasi sejarah Islam.
Berbagai inisiatif konkret telah dirumuskan dalam MoU, antara lain:
- Penyusunan jalur ziarah lintas negara yang meliputi transportasi, akomodasi, dan pemandu wisata bersertifikat.
- Penyelenggaraan pameran budaya tahunan yang menampilkan kerajinan, musik, dan kuliner tradisional kedua negara.
- Program pertukaran mahasiswa dan peneliti bidang studi Islam, arkeologi, serta manajemen pariwisata.
- Pelatihan bagi pemandu wisata lokal di Jawa Timur mengenai kebudayaan dan bahasa Uzbek, serta sebaliknya bagi pemandu di Uzbekistan.
- Pembentukan tim kerja gabungan yang akan memantau pelaksanaan proyek dan mengevaluasi dampak ekonomi serta sosial.
Gubernur Jawa Timur menekankan bahwa kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkaya pemahaman lintas budaya. “Kami berharap melalui jalur ziarah ini, umat Islam di kedua negara dapat saling mengenal sejarah perjuangan dan nilai-nilai spiritual yang mengikat kami,” ujarnya. Sementara wakil Menteri Pariwisata Uzbekistan menambahkan, “Kerjasama dengan Jawa Timur membuka peluang bagi kami untuk memperkenalkan warisan Islam Asia Tenggara kepada wisatawan kami, sekaligus mempelajari cara pengelolaan situs-situs suci yang telah terbukti berhasil di Indonesia.”
Secara ekonomi, proyeksi awal menunjukkan potensi peningkatan pendapatan daerah Jawa Timur sebesar 12‑15 persen dalam lima tahun ke depan, terutama dari sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi. Pemerintah provinsi juga berencana mengalokasikan dana khusus untuk revitalisasi dan pelestarian situs-situs religi yang akan menjadi bagian dari paket tur internasional.
Selain manfaat ekonomi, kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat diplomasi budaya. Kedua negara berkomitmen untuk mengadakan festival seni tahunan yang menampilkan tarian tradisional, musik gamelan, serta seni maqam Uzbekistan. Acara tersebut akan menjadi ajang pertukaran pengetahuan bagi seniman dan praktisi budaya, serta memperluas jaringan kerjasama di tingkat regional.
Dalam konteks global, inisiatif ini selaras dengan tren peningkatan permintaan wisata religi yang dipicu oleh meningkatnya kesadaran spiritual di kalangan generasi milenial. Menurut data Kementerian Pariwisata Indonesia, kunjungan wisatawan Muslim internasional ke Indonesia meningkat 18 persen pada tahun 2023, dengan Jawa Timur menjadi salah satu destinasi utama. Uzbekistan, dengan lebih dari 30 juta penduduk Muslim, menjadi pasar potensial yang belum sepenuhnya tergarap.
Implementasi program diperkirakan akan dimulai pada kuartal pertama 2025, setelah penyusunan modul pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata selesai. Tim kerja gabungan akan melakukan monitoring rutin setiap enam bulan untuk menilai progres dan melakukan penyesuaian strategi bila diperlukan.
Dengan dasar kesepakatan ini, Jawa Timur dan Uzbekistan membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral yang tidak hanya mengedepankan kepentingan ekonomi, melainkan juga memperkuat ikatan spiritual dan budaya antarbangsa. Diharapkan, kerjasama ini akan menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia untuk menjalin kolaborasi serupa dengan negara-negara mayoritas Muslim di dunia.


Komentar