Media Pendidikan – 19 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) telah memfasilitasi layanan penempatan 433.169 tenaga kerja nasional. Kolaborasi strategis ini melibatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Ika Untirta). PT Krakatau Steel juga turut mendukung program penguatan tata kelola ekosistem migrasi aman ini.
Sinergi lembaga ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan pelindungan menyeluruh bagi para pekerja migran. Ketua Ika Untirta sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lamhot Sinaga menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut.
Lamhot menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata bagaimana pemerintah, dunia industri, dan organisasi masyarakat dapat berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem pekerja migran yang aman, profesional, dan berdaya saing global.
Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan bahwa peluang kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia masih terbuka sangat lebar. Data Sistem Informasi Peluang Kerja Luar Negeri (SIP2MI) per 13 Juni 2026 menunjukkan ketersediaan 313.803 lowongan. Jika setiap pekerja migran mengirim rata-rata Rp5 juta per bulan, maka akan muncul multiplier effect bagi ekonomi lokal, menggerakkan UMKM, meningkatkan daya beli, dan memperkuat ekonomi keluarga.


Komentar